Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

27 April 2009

Etika Protestan Mengajak Manusia Rajin Bekerja

Kalau serius bisa mendapat penghasilan dari internet
Menurut Max Weber, seorang ekonom dan sosiolog Jerman pada 1904 dan 1905 dalam bukunya yang berjudul The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism atau Etika Protestan dan Semangat Kapitalisme yang mengajarkan bahwa kerja merupakan panggilan Tuhan demikian juga sifat menghargai waktu, rasional dalam berpikir dan bertindak, berorientasi ke masa depan, hemat dalam kegiatan ekonomi sehari-hari adalah etika yang sepenuhnya sesuai dengan tuntutan doktrin-doktrin kristiani sehingga terdapat pertautan khusus antara etika kristiani dengan semangat atau etos kerja kapitalisme.


Dalam pengertian yang sederhana "paradoks" yang ditemukan Weber adalah:

* Menurut agama-agama Protestan yang baru, seorang individu secara keagamaan didorong untuk mengikuti suatu panggilan sekular dengan semangat sebesar mungkin. Seseorang yang hidup menurut pandangan dunia ini lebih besar kemungkinannya untuk mengakumulasikan uang.

* Namun, menurut agama-agama baru ini (khususnya, Calvinisme), menggunakan uang ini untuk kemeweahan pribadi atau untuk membeli ikon-ikon keagamaan dianggap dosa. Selain itu, amal umumnya dipandanga negatif karena orang yang tidak berhasil dalam ukuran dunia dipandang sebagai gabungan dari kemalasan atau tanda bahwa Tuhan tidak memberkatinya.

Cara memecahkan paradoks ini, demikian Weber, adalah menginvetasikan uang ini, yang memberikan dukungan besar bagi lahirnya kapitalisme.

Pada saat ia menulis esai ini, Weber percaya bahwa dukungan dari etika Protestan pada umumnya telah lenyap dari masyarakat. Khususnya, ia mengutip tulisan Benjamin Franklin, yang menekankan kesederhanaan, kerja keras dan penghematan, namun pada umumnya tidak mengandung isi rohani.

Weber juga mengatakan bahwa sukses dari produksi massal sebagian disebabkan oleh etika Protestan. Hanya setelah barang-barang mewah yang mahal ditolak, maka individu-individu dapat menerima produk-produk yang seragam, seperti pakaian dan mebel, yang ditawarkan oleh industrialisasi.

Perlu dicatat bahwa Weber menegaskan bahwa sementara gagasan-gagasan agama Puritan mempunyai pengaruh yang besar terhadap perkembangan tatanan ekonomi di Eropa dan Amerika Serikat, mereka bukanlah faktor satu-satunya (yang lainnya termasuk rasionalisme dalam upaya-upaya ilmiah, penggabungan antara observasi dengan matematika, aturan-aturan ilmiah dan yurisprudensi, sistematisasi rasional terhadap administrasi pemerintahan, dan usaha ekonomi. Pada akhirnya, studi tentang etika Protestan, menurut Weber, semata-mata hanyalah menyelidiki suatu tahap dari emansipasi dari magi, pembebasan dari ilusi dunia, yang dianggapnya sebagai ciri khas yang membedakan dari budaya Barat.

Weber menyatakan dalam catatan kaki terakhirnya bahwa ia meninggalkan penelitian terhadap Protestanisme karena rekannya Ernst Troeltsch, a seorang teolog profesional, telah mulai menulis buku Ajaran Sosial Gereja-gereja Kristen dan Sekte. Alasan lain untuk keputusan Weber ini ialah bahwa esainya telah memberikan perspektif untuk perbandingan yang luas antara agama dan masyarakat, yang dilanjutkannya dalam karya-karyanya berikutnya (studi tentang agama di Tiongkok, India, dan agama Yudaisme.)

Buku ini juga merupakan upaya pertama Weber dalam menggunakan konsep rasionalisasi. Gagasannya bahwa kapitalisme modern berkembang dari pengejaran kekayaan yang bersifat keagamaan berarti suatu perubahan terhadap cara keberadaan yang rasional, kekayaan. Pada suatu titik tertentu, rasional ini berhenti, mengalahkan, dan meninggalkan gerakan keagamaan yang mendasarinya, sehingga yang tertinggal hanyalah kapitalisme rasional. Jadi intinya, "Semangat Kapitalisme" Weber pada dasarnya adalah Semangat Rasionalisme, dalam pengertian yang lebih luas.
Pemula mulai disini akan diajari cara bisnis internet
Read More......

24 April 2009

Terang Ada Otomatis Kegelapan Sirna

Mau diajari cara bisnis internet
Hal-hal positif dan membangun yang anda masukkan dalam pikiran anda akan semakin banyak dan dominan maka secara otomatis perihal yang negatif akan dengan sendirinya tersingkir dan lama-lama menjadi tidak berperan lagi, Hal ini bisa diibaratkan sebuah ruangan tertutup yang gelap gulita yang apabila kita membawa lilin yang menyala maka dengan sendirinya kegelapan akan sirna dan menjadi terang.


Pikiran yang positip dan suasana yang menyenangkan dengan selalu berharap jika disuplai terus kedalam pikiran anda walaupun anda sedang menghadapi masalah, ingat bahwa setiap masalah pasti ada solusinya sebab kalau tak ada solusinya maka hal itu bukan masalah namanya. Tindakan seperti itu lambat laun akan menguasai pikiran, perkatan, perbuatan anda. Yang apabila dilakukan berkali-kali maka ia akan menjadi kebiasaan anda atau habit. kebiasaan inilah yang akan menjadi budaya atau kultur anda.

Jadi ingat sekali lagi, apa yang anda pikirkan akan menjadi karakter anda. Hukum produksi mengatakan apabila input berkualitas maka outputnya pasti berkualitas.
Mulai saat ini anda berpikir bahwa anda menjadi orang yang sukses dan bahagia oleh karenanya anda bekerja dengan penuh sukacita dan sungguh-sungguh, anda menghadapi orang lain dengan penuh keceriaan serta anda mensyukuri keadaan anda apa adanya karena anda telah menghadirkan terang dalam hidup anda sehingga kegelapan telah sirna.
Pemula mulai disini akan diajari cara bisnis internet

Read More......

12 April 2009

Keadaan Apapun Harus Disyukuri

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow / Abraham Maslow manusia mempunyai lima kebutuhan yang membentuk tingkatan-tingkatan atau disebut juga hirarki dari yang paling penting hingga yang tidak penting dan dari yang mudah hingga yang sulit untuk dicapai atau didapat. Motivasi manusia sangat dipengaruhi oleh kebutuhan mendasar yang perlu dipenuhi.


Kebutuhan maslow harus memenuhi kebutuhan yang paling penting dahulu kemudian meningkat ke yang tidak terlalu penting. Untuk dapat merasakan nikmat suatu tingkat kebutuhan perlu dipuaskan dahulu kebutuhan yang berada pada tingkat di bawahnya.

Lima (5) kebutuhan dasar Maslow - disusun berdasarkan kebutuhan yang paling penting hingga yang tidak terlalu krusial :

1. Kebutuhan Fisiologis
Contohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.

2. Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Contoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.

3. Kebutuhan Sosial
Misalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.

4. Kebutuhan Penghargaan
Contoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri
Adalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.

Abraham Maslow (1908-1970) adalah seorang psikolog besar yang mencoba menemukan dan menawarkan jawaban sistematis atas pertanyaan tersebut melalui teorinya yang tersohor, yakni teori hirarki kebutuhan. Menurut Maslow, setiap individu memiliki kebutuhan-kebutuhan yang tersusun secara hirarki dari tingkat yang paling mendasar sampai pada tingkat yang paling tinggi. Setiap kali kebutuhan pada tingkatan paling bawah terpenuhi maka akan muncul kebutuhan lain yang lebih tinggi. Pada tingkatan paling bawah, dicantumkan berbagai kebutuhan fisiologis (physiological needs). Kemudian pada tingkatan lebih tinggi dicantumkan kebutuhan akan rasa aman dan kepastian (safety and security needs). Lalu pada tingkatan berikutnya adalah berbagai kebutuhan akan cinta dan hubungan antar manusia (love and belonging needs). Kemudian kebutuhan akan penghargaan dan pengakuan (esteem needs). Dan pada tingkatan yang paling tinggi dicantumkan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri (self actualization needs).

Sesungguhnya alam semesta telah "mencontohkan" banyak hal pada kita. Alam semesta begitu patuhnya pada Hukum Tuhan sehingga terciptalah keteraturan. Tidak ada pohon yang tumbuh dalam semalam. Tidak ada unggas yang lahir tanpa telur. Tidak ada siang yang mendahului malam. Semuanya serba teratur sehingga kaya akan MANFAAT. Karena itu, kesuksesan yang sejati adalah kesuksesan yang kaya akan manfaat.

Dengan membalikkan Hirarki Maslow, perjalanan hidup manusia akan diawali dengan "aktualisasi diri" dan berpuncak pada terpenuhinya "kebutuhan hidup". Artinya adalah, sebelum kita mulai menghitung materi, sebelum kita mulai berpacu mengejar reward, semuanya DIAWALI dengan membangun kapasitas diri. Sejauh mana kita akan menuai hasil, akan selaras dengan seberapa besar MANFAAT yang mampu kita berikan.

Kesuksesan adalah HAK semua orang. Artinya, setiap orang wajib menebarkan MANFAAT pada lingkungannya. Mari kita bayangkan sebuah perusahaan, sebuah lingkungan, sebuah komunitas, dimana setiap anggotanya saling "berlomba" untuk menebar manfaat. Hasilnya......, akan terwujud "surga" di bumi yang cantik ini.

Kegagalan Dan Kesuksesan Adalah Konsekuensi Pikiran

Banyaknya harta yang kita miliki, tidak pernah membuat kita merasa cukup menjadi "kaya" dalam arti yang sesungguhnya. Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang "kaya".

Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki harta benda banyak, tetapi orang yang dapat menikmati apa pun yang dimiliki tanpa merasa terikat pada kepemilikan barang-barang itu!

Orang tersebut, akan sadar sepenuhnya bahwa dia datang ke dunia hanya dibekali satu nyawa (jiwa). Nah, dia harus merasa memiliki nyawa itu, dan harus merawat serta bertanggung jawab dalam kehidupannya. Dengan nyawa itu pulalah, seseorang harus hidup bahagia, di mana pun dia berada, dan dalam kondisi apa pun.

Kunci kebahagiaan adalah bersyukur! Mensyukuri apa yang kita dapat itu penting. Termasuk hanya punya satu nyawa untuk bisa hidup di alam ini. Kebahagiaan itu bisa dibuat dengan tidak meminta apa pun kepada orang lain, tetapi berikan apa yang bisa diberikan kepada orang lain agar bahagia.

Betapa sering kita memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan sehingga membuat kita menjalani hidup dengan segala rasa kurang puas. Kita tidak pernah memfokuskan diri pada apa yang kita miliki dan memberdayakan seoptimal mungkin apa yang ada dan apa terjadi pada kita. Jika kita tetap berfokus pada keinginan, hidup pun terasa menjadi sengsara karena selalu merasa kurang puas dengan apa yang sudah dimiliki atau yang terjadi.

Kita dapat mengubah perasaan itu dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling, pikirkan yang dimiliki, dan syukurilah. Karena itu, Anda akan merasakan nikmatnya hidup ini dengan segala yang terjadi pada diri kita. Siap untuk menjalani segala peran yang disediakan alam untuk kita. Peran kocak membuat kita tertawa. Peran sedih membuat kita menangis. Peran bercinta membuat kita mabuk kepayang. Itulah dunia, tempat berperan untuk melakoni lokakarya kehidupan. Dan tugas kita harus bisa berjuang dengan peran yang sedang kita perankan sebaik-baiknya.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tetapi kita perlu menyadari bahwa itulah akar perasaan tidak tenteram. Sang Buddha selalu mengingatkan hal itu dalam surat demikian: "Kesengsaraan yang sesungguhnya adalah hal yang melekat pada harta duniawi."

Katakanlah kita sudah memiliki rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang baik. Tetapi, Anda masih merasa kurang. Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tidak mendapatkannya, kita terus memikirkannya. Anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tidak puas, dan kita ingin yang lebih lagi dan lagi.

Dengan melihat apa yang menjadi problem kita, hendaknya itu cepat diselesaikan, jika dibiarkan terlalu lama, berlarut-larut, membuat kita jadi frustrasi, dan akhirnya depresi. Segera buat keputusan, dan jangan menjadi orang yang terlalu "ideal". Itu memang penyakit kita, apa yang ada di pikiran dan menjadi prinsip di batin harus dijalankan, dan kalau ada penentang atau hambatan kita hajar atau kabur. Itulah masalah yang kita timbulkan sendiri.

Nah, sekarang kita harus sedikit pakai stategi "lentur sedikit" pakai ilmu bambu, batang bambu walaupun tinggi, ditiup angin sampai ujungnya mencapai tanah pun bambu itu, tidak patah, bahkan bisa melambai naik kembali. Batang bambu mampu mengikuti terpaan angin badai sekalipun. begitu juga kita, harus mampu mengikuti arus kehidupan tanpa menghakimi, nikmati saja seperti air mengalir, tidak lurus kaku, jika ada yg menghambat bisa membelok atau mencari jalan lain, tetapi tidak berhenti. Karena itu, air yang terhenti akan mengendap jadi kubangan lama-lama dipenuhi cacing dan jadi dangkal. Mengalir ibarat air itu penting. Hal tersebut dijabarkan dengan bekerja sebagaimana porsi dan posisi yang kita dapat dalam hidup ini.

Orang bijak sadar bahwa keberhasilan atau kegagalan hidupnya adalah konsekuensi perbuatan dan hasil pikiran-pikiran yang terbentuk. Manusia harus selalu mengintrospeksi diri, apakah pikiran dan perbuatan sesuai dengan hukum alam dan kehendak Yang Mahakuasa? Karena pahala dan dosa tidak bisa diwakilkan, dan harus ditanggung sendiri.

Apakah bisa kita pungkiri bahwa hidup di dunia adalah medan perjuangan yang bergelimang penderitaan? Sebagian orang masih menyangkal karena mereka hidup dalam kondisi serba baik dan menyenangkan. Karena itu kita melihat dengan mata hati, dunia ini sebagai surga atau sebagai neraka penderitaan. Hanya diri sendiri yang bisa menjawab karena mengalaminya.

Pertanyaan yang menggoda yang muncul sebagai berikut. "Adakah dari kita yang suatu saat bisa menghindarkan diri dari ketuaan, penyakit, dan kematian?" Tentu saja jawabannya tidak. Karena itu, jalani hidup dengan bersyukur dengan menghargai pemberian Tuhan, yaitu nyawa (jiwa) yang bersemayam di dalam tubuh kita.

Sejarah telah mencatat dan membuktikan bahwa semua cerita tentang kesuksesan yang diraih seseorang sebenarnya adalah untaian cerita-cerita kegagalan yang besar, karena sebenarnya kegagalan adalah sebuah jalan menuju kesuksesan sebagaimana dikatakan Tom Watson Sr. : “ Jika anda ingin sukses, perbanyak angka kegagalan anda “.

Abraham Lincoln yang menjadi presiden Amerika Serikat pada usia 52 tahun merupakan contoh nyata, diusia 21 tahun ia gagal dalam bisnis, usia 22 tahun kalah dalam pemilihan anggota legislatif, gagal lagi dalam bisnis pada usia 24 tahun, usia 26 tahun terbenam dalam kesedihan karena ditinggal mati kekasih yang dicintainya, diusia 27 tahun sempat mengalami gangguan syaraf, usia 34 tahun gagal dalam pemilihan anggota kongres, bahkan diusia 49 tahun masih gagal pula dalam pemilihan anggota senat.

Kolonel Sanders, pendiri waralaba goreng ayam terkemuka didunia memulai bisnis pada usia 65 tahun, ukuran usia yang seharusnya sudah ongkang-ongkang kaki menikmati masa pensiun, karena menyadari harus ada sesuatu yang ia lakukan, dengan hanya berbekal modal cek sebesar $100 dari social scurity dan sebuah mobil tua, dia menjajakan goreng ayam resep ibunya, tidak serta merta kebanjiran pelanggan, pintu demi pintu dia ketuk untuk sekedar menawarkannya, dan banyak orang memperkirakan bahwa Kolonel Sanders baru mendapatkan pelanggan pertamannya setelah mengetuk lebih dari seribu pintu rumah.
Read More......

02 Maret 2009

Hukum Berpikir Positif

Hukum alam sangat mutlak dan akan menjadi kenyataan dalam kehidupan sehari-hari yang dimulai dari pikiran manusia. Misalnya,
* Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun akan menjadi ramah terhadap kita.
* Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
* Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.
Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion.


Pikiran kita memang seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.

Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.

* Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.

* Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Ini ada sebuah kisah, Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh piawai dalam memahat patung. Karya ukiran tangannya sungguh bagus. Tetapi bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman dan tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang segala sesuatu dari sudut yang baik.

• Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang mengomel. Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak sebecek ini."

• Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu."

• Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk urusan lain yang lebih perlu".

* Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan,anak-anak itu kurang mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, melainkan justru dari segi baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion berkata, "Ah,sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu."

Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya. Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion,yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau seseorang, seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.


Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik tentang suatu keadaan atau seseorang. Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain.

Kita tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.
Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain.

Kalau kita berpikir buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah perbuatan baik. Tetapi jika kita berpikir buruk,kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia sedang mencoba membujuk," atau kita mengomel, "Ah, hadiahnya cuma barang murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia. Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, ia ingat untuk memberi kepada kita."

Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.

* Kalau kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup menjadi kelabu dan suram. Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, segala sesuatu akan tampak cerah. Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup kita damai.

Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang baik. Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.

Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah. Seperti Pygmalion, begitulah.

MAKE SURE YOU ARE PYGMALION and the world will be filled with positive people only............how nice!!!!
(sumber : http://www.suaramanado.com/view_cerita.php?)


Read More......

05 Februari 2009

Take Action Titik Awal Keberhasilan

Sebenarnya, hal-hal yang telah dilakukan seseorang tidak ada apa-apanya di banding sebagian kecil orang! Aneh ?. Namun… Hal-hal yang telah dilakukan tersebut jauh melebihi dari apa yang dilakukan sebagian besar orang.


Disini dibocorkan sebuah rahasia yang amat sangat berharga:

Untuk sukses membangun bisnis di Internet (atau di bisnis apapun), anda tidak perlu menjadi yang terbaik. Anda hanya perlu menjadi lebih baik dari sebagian besar orang!

Dan kabar gembiranya adalah untuk menjadi lebih baik dari sebagian besar orang tidak sulit-sulit banget koq. Yang penting anda MAU BEKERJA KERAS dan punya keinginan yang sangat kuat sekali untuk menjadi sukses.

Sekarang adalah awal Januari 2009.

Bagaimana dengan tahun 2008 anda? Apakah goal dan target yang anda tentukan di awal tahun 2008 tercapai?

Kalau anda mencapai sebagian atau semua goal anda, SELAMAT untuk anda! Saya senang mendengar kabar gembira seperti ini. :smile:

Kalau anda tidak mencapai satu goal pun yang telah anda tentukan di awal 2008, saya ada satu pertanyaan buat anda: “Kenapa tidak tercapai”?

Sebenarnya sih saya sudah bisa tebak ALASAN yang akan anda berikan.

Biasanya sih ALASAN-ALASANNYA tidak jauh dari:

1. Saya tidak punya waktu

2. Saya tidak punya uang/modal untuk memulai

3. Saya bingung/tidak tahu mau mulai dari mana

4. Saya malas kerja keras berbisnis di Internet, mending saya cari program yang bisa buat saya cepat kaya tanpa perlu ngapa-ngapain
5. Saya gaptek/tidak punya skill untuk berbisnis di Internet

6. Saya hanya lulusan SMP/SMA, tidak mungkin saya bisa sukses

7. Produk saya belum perfect, jadi saya masih memperbaiki berbulan-bulan lagi

8. bla bla bla

Apakah benar alasan anda tidak mencapai target/goal anda karena salah satu atau lebih alasan di atas?

Teman, saya beritahu kepada anda…

Apabila pada tahun 2008 lalu saya selalu memberikan alasan-alasan seperti di atas, saya tidak akan pernah menjadi seperti saat ini.

Bukan berarti saat ini saya hebat sekali. Maksud saya bukan seperti itu.

Namun satu hal yang saya sangat yakin adalah: jika saya selalu complain dan mengeluh :mad: dengan alasan-alasan seperti di atas, 1 tahun kemudian (yaitu sekarang) saya sudah pasti 100% belum juga punya produk dan belum juga punya sebuah bisnis Internet yang nyata.

Untungnya saya bukan seperti itu. Saya TAKE ACTION untuk membuat produk dan memasarkan produk saya, dan saya melakukannya secara konsisten.

Jika anda benar benar benar benar benar mau sukses berbisnis di Internet dan anda punya alasan yang sangat sangat sangat sangat sangat kuat sekali untuk menjadi sukses di bidang anda, alasan-asalan di atas tidak bisa menghalangi anda.

Alasan-alasan di atas akan berubah menjadi tantangan!

Untuk sukses di bidang apapun, anda sudah pasti 100% harus menghadapi tantangan.

Pertanyaannya adalah: Apakah anda mau menghadapi tantangan tsb dengan keberanian dan melawannya, atau anda jadi loyo tidak bersemangat (malas) dan akhirnya anda kembali lagi ke habitat (kondisi) lama anda, yaitu kondisi yang selama ini “yah gitu-gitu aja deh”?

Albert Einstein pernah mengatakan:

It is INSANE to keep doing the same thing over and over but expecting different results.

Artinya:

Adalah GILA apabila seseorang selalu melakukan hal yang sama tetapi orang tsb mengharapkan hasil yang berbeda.

Dalam bahasa Indonesia sederhana, artinya:

Kalau anda selalu melakukan hal yang selama ini anda lakukan, anda akan mendapatkan hasil yang selama ini anda telah dapatkan.

Sekarang adalah awal tahun 2009 yang cerah (walaupun ekonomi sedang lagi kacau, tetaplah bersemangat karena jika anda loyo atau feeling down, anda juga tidak bisa membantu ekonomi yang sekarang lagi krisis), tentukan goal dan target yang anda mau capai di tahun ini.

Tuliskan goal dan target anda di papan tulis kamar anda, di wallpaper komputer anda, tempelkan di dompet anda, di sebelah ranjang anda, pokonya dimana aja deh yang penting anda bisa lihat setiap hari! Ini supaya anda selalu diingatkan goal dan target anda. :mrgreen:

Anda tidak perlu langsung terjun full-time di bisnis Internet anda seperti saya, anda cukup meluangkan waktu beberapa jam setiap hari untuk membangun bisnis Internet anda. 1 s/d 2 jam sehari juga it’s ok, yang penting anda melakukannya secara konsisten.

Sekarang mari kita bahas satu per satu ke 7 alasan ini dan bagaimana mengatasi alasan-alasan tsb.

Catatan: Saya akan menggunakan sikap yang lumayan sinis untuk mengatasi alasan-alasan tsb, jadi tolong jangan dimasukkan ke hati ya, tetapi di masukkan ke benak anda saja supaya membakar anda untuk segera buang jauh-jauh alasan-alasan tsb supaya anda bisa bertindak SEKARANG JUGA! :wink:

1. Saya tidak punya waktu

Yakin anda tidak punya waktu?

Emang selain kerja di kantor ngapain aja? Kan pulang dari kantor masih ada waktu.

Atau mungkin pulang dari kantor, ngafe dulu atau nonton TV?

Atau login ke Facebook, browsing situs ini situs itu?

Kalau anda mempunyai hasrat dan dorongan yang sangat kuat sekali, anda akan mencari segala cara untuk meluangkan waktu untuk belajar Internet marketing.

Kalau anda mempunyai waktu untuk chatting di MSN atau Yahoo Messenger, atau anda main Facebook atau ngafe atau dugem, berarti anda seharusnya punya waktu juga untuk belajar Internet marketing.

Tetapi karena anda memandang aktifitas chatting, browsing, dugem, dll lebih penting dari pada belajar Internet marketing, maka anda mengeluarkan alasan: “Saya tidak punya waktu”.

Cara untuk mengatasinya adalah:

Apabila anda tetap bertindak seperti sekarang ini……Bayangkan 1 tahun dari sekarang, 2 tahun dari sekarang, 3 tahun dari sekarang, 5 tahun dari sekarang, 10 tahun dari sekarang…

Anda akan berada di posisi yang sama seperti sekarang ini, tidak berkembang dan tidak kemana-mana.

Apakah kondisi seperti ini yang anda inginkan? :oops:

Bagaimana dengan keluarga tercinta anda? Dengan orang tua anda? Tidak inginkah anda membahagiakan mereka?

Sudah cukup alasan-alasan yang anda buat bertahun-tahun, SEKARANG DETIK INI jugalah saatnya anda bertindak melangkah step pertama anda menuju kesuksesan!

2. Saya tidak punya uang/modal untuk memulai

Oh ya?

Kalau beli Blackberry, Nokia, Sony Ericsson bisa? Ngapain gonta-ganti HP? Emang HP yang lama uda rusak sehingga anda harus gantu HP?

Apakah harus ganti HP atau mau ganti HP?

Harus dan mau beda lho…

Harus artinya HP anda rusak dan mau ga mau harus diganti untuk bisa berkomunikasi, sedangkan mau artinya nda ngikutin “trend” untuk tampil keren dan gaul?

Apabila anda serius mau menekuni bisnis Intenet marketing, seharusnya duit yang digunakan untuk kemauan (bukan keharusan) anda (yang tidak memberi manfaat buat anda) disimpan baik-baik.

Bukannya sekarang jadi punya uang (walaupun mungkin tidak banyak)?

3. Saya bingung/tidak tahu mau mulai dari mana

Memang untuk seorang beginner, sudah hampir pasti ia bingung mau mulai dari mana. Terlalu banyak informasi yang beredar ttg berbisnis di Internet sehingga ia kebingungan.

Maka karena itu saya telah buat posting yang satu ini. Saya menyarankan step pertama yang anda perlu lakukan sebagai seorang beginner adalah dengan membuat blog.

4. Saya malas kerja keras berbisnis di Internet, mending saya cari program yang bisa buat saya cepat kaya tanpa perlu ngapa-ngapain

Kalau begitu anda berada di halaman yang salah sekarang ini. Silakan tutup situs ini sekarang juga karena anda tidak akan menemukan apa yang sedang anda cari.

Good luck. :mrgreen:

5. Saya gaptek/tidak punya skill untuk berbisnis di Internet

Ketika saya mulai terjun di Internet marketing, saya pun ga punya skill untuk berbisnis di Internet. Koq sekarang malah bisa?

Ketika kita semua lahir di dunia ini, kita juga ga bisa berjalan dan berbicara. Koq sekarang malah bisa?

Apakah kalau sekarang ga bisa, berarti semumur hidup ga bisa?

Kalau sekarang ga bisa, ya belajar supaya bisa!!! :evil:

6. Saya hanya lulusan SMP/SMA, tidak mungkin saya bisa sukses

Terus kenapa? So what? Ga nyambung.

Banyak tuh orang-orang yang hanya lulusan SMP/SMA tapi mempunyai bisnis yang luar biasa, yang omzetnya sampai puluhan miliar per tahun.

Ini adalah sebuah mitos!

Pak Andrie Wongso (motivator nomor 1 Indonesia) punya julukkan SDTTTBS. Apakah anda tahu apa artinya?

SDTTTBS = Sekolah Dasar Tidak Tamat Tapi Bisa Sukses!

7. Produk saya belum perfect, jadi saya masih memperbaiki berbulan-bulan lagi

Saya bocorkan sebuah rahiasa: Produk anda tidak akan pernah perfect!

Berkait dengan point ini, saya barus saja selesai membuat produk terbaru saya untuk pasar International.

Saya mulai membuat produk tsb pada Senin 19 Januari malam, dan selesai pada Kamis 22 Januari malam (baru aja selesai).

Total time untuk membuat produk baru = 3 hari

Apakah produk tsb perfect? NO!

Apakah harus perfect? NO!

Kalau anda mau tunggu produk anda sampai perfect, produk anda tidak akan pernah jadi karena tidak akan pernah perfect!

Saya pernah ketemu Internet marketer yang sudah membuat produknya 1 tahun tapi masih ga selesai-selesai…

…my oh my…

Posting selesai.

Now get to work!!!
Dikutip dari Welly Mulia

Read More......

21 Februari 2006

Kegagalan Adalah Ibu Kandung Dari Kesuksesan

Dalam mengembangkan usaha bisnis atau karir yang sedang kita perjuangkan, sudah sewajarnya kita berharap semua bisa berjalan lancar tanpa hambatan dan kesulitan yang berarti, tetapi dalam proses perjalanannya tidak jarang kita dihadapkan pada kondisi sulit yang muncul silih berganti.


Saat kondisi sulit menghadang kita, tidak perlu ditanggapi dengan sikap pesimis dan terbeban. Perlu kita yakini dan kita sadari bahwa di setiap kesulitan yang mampu kita atasi, maka bersamaan itu pula akan muncul kesempatan baru yang memungkinkan kita melanjutkan dan memperjuangkan usaha kita hingga mencapai kesuksesan.

Tetapi di dalam kenyataannya yang sering terjadi, pada saat kita dihadapkan pada kesulitan, rintangan, kesalahan dan problem yang bermunculan, fighting spirit kita menjadi turun, rapuh, dan mudah menyerah; semuanya terasa begitu berat dan membebani mental, bahkan tidak jarang membuat kita merasa gagal, frustasi, depresi, putus asa, menganggap ini semua merupakan suratan nasib yang memang harus kita alami.

Mengapa kita mudah menyerah? Mengapa kita cepat merasa gagal? Sebenarnya perasaan di atas ini adalah akibat dari hasil pikiran atau kesadaran tentang proses perjuangan hidup ini yang belum matang.
Jangankan cuma kesulitan yang menghadang, sekalipun kita mengalami kegagalan, ingat setiap kegagalan pasti punya nilai pendidikan tersendiri, seperti kata bijak Mandarin : kegagalan adalah ibu kandung dari kesuksesan.

Kita perlu menyadari bahwa kesulitan, kegagalan adalah bagian dari dinamika kehidupan kita. Setiap kegagalan pasti akan membawa hikmah yang setimpal. Kesuksesan sejati adalah kristalisasi dari berbagai macam kesulitan dan kegagalan yang mampu kita atasi.

Untuk itu kita dituntut mempunyai "Keuletan Extra". Keuletan yang berarti : tidak sekadar sabar, bertahan, apatis, pasif, pasrah, tetapi "Keuletan" yang di dalamnya mengandung sikap antusias, proaktif, gigih, tegar, berani untuk beraksi terus menerus.

Jika sikap mental "Keuletan" di atas dapat dipraktekan di setiap tantangan yang muncul, sampai menjadi kebiasaan di kehidupan kita, maka kita akan sadar bahwa hanya melalui Kelemahan, Kesulitan, Kesalahan bahkan kegagalan, barulah kita mempunyai kesempatan untuk mematangkan mental dan menjadi dewasa melalui BELAJAR DALAM ARTI YANG SEBENARNYA.

Saya yang telah kenyang mengunyah kesulitan dan kegagalan, telah menganggap semua ini sebagai vitamin kesuksesan. Bagi setiap orang yang mau sukses tidak mungkin bias bebas dari kegagalan, tidak ada kesuksesan sejati bisa berdiri tegak tanpa kemampuan mengatasi semua kesulitan ataupun kegagalan. Maka, memang benar dan tepat bobot dari kata pepatah klasik Kegagalan adalah ibu kandung dari kesuksesan.

Read More......