11 Agustus 2008

BAGAIMANA BERDOA

Pernahkah terlintas di dalam pikiran saudara, bahwa pada saat saudara bertelut di tempat saudara untuk berdoa, saudara telah diberi hak istimewa, yaitu dipakai Tuhan merubah kehidupan orang-orang dan bangsa-bangsa di dunia ini?

Tuhan telah menyediakan bagi saudara suatu perlengkapan kuasa, hikmat dan rahmat yang besar dan yang tak ternilai harganya, asalkan saudara percaya kepadaNya.

Allah berkata kepada Yeremia: "Berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepada-mu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui." 1

Sumber-sumber kekayaan Allah

Ingatlah, yang membuat pernyataan ini adalah seorang Anak Allah yang dibangkitkan yang dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan; Dia yang telah mengutus kita pergi ke seluruh muka bumi untuk memberitakan Injil dan menjadikan sekalian bangsa muridNya; Dia yang mengatakan: "KepadaMu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi"; "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Dialah yang mengatakan: "Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, aku akan melakukarinya." 4 Renungkanlah baik-baik janji-janji Tuhan ini; karena sumber-sumber kekayaan Allah, yang sangat besar itu, disediakan untuk saudara, jikalau saudara menjadi anak-anak Allah.

Tetapi, mengapa hanya sedikit orang Kristen yang hidupnya ditandai dengan hal-hal yang supranatural dan mujizat? Jikalau kita mau sungguh-sungguh memegang firman Juruselamat kita ini dan mulai menuntut hal-hal yang telah dijanjikan bagi kita di dalam doa yang sungguh-sungguh kita naikkan dengan iman, maka mujizat-mujizat akan terjadi di dalam hidup kita dan banyak orang akan diubahkan.

Masalah ketidak-percayaan

Mengapa pada saat ini kita menjadi orang-orang yang tidak mempunyai kekuatan dan tidak dapat mengeluarkan buah, apabila dibandingkan dengan orang-orang Kristen pada abad pertama dahulu? Jawabannya terdapat dalam kata-kata karena "tidak percaya". Tidak ada kata lain yang dapat menggambarkan keadaan rohani orang Kristen pada umumnya daripada kata-kata "tidak percaya." Tuhan Yesus Kristus telah mengutus kita pergi dan mewartakan kabar yang indah tentang Injil ke mana-mana sebagai pernyataan cinta dan belas kasihanNya kepada dunia ini.

Tetapi kita tetap bertahan pada ketidak-percayaan kita dalam kelompok-kelompok doa dan bercakap-cakap tentang hal-hal yang tak berujungpangkal, hal-hal yang dangkal. Kita merasa puas di dalam Tuhan, hanya apabila kita melihat seseorang dapat menjadi sempurna dengan kepandaiannya sendiri, dengan kefasihan lidahnya dan kemampuan-kemampuannya dalam hal organisasi. Kita bukannya meminta kuasa Allah yang besar itu dan percaya kepada Dia bagi hal-hal yang supranatural, tetapi justru kita berjalan sesuka hati kita tanpa tujuan - tanpa berdaya, dan tidak percaya; sebab itulah kita tidak dapat menghasilkan buah.

Kuasa doa

Rasul-rasul mengenal dan berdoa kepada Tuhan yang ada di mana-mana. Dan sebagai balasan dari doa-doa mereka serta hidup mereka yang berserah, mereka dipakai Tuhan untuk membingungkan kaisar Romawi yang kejam itu. Bacalah doa mereka yang terdapat di dalam Kisah para Rasul 4:24-30:

"Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hambaMu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-mercka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang DiurapiNya. Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, HambaMu yang kudus yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendakMu, Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hambaMu keberanian untuk memberitakan firmanMu. Ulurkanlah tanganMu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, HambaMu yang kudus."

Apakah merupakan hal yang aneh, apabila Tuhan memakai orang-orang Kristen pada abad ini untuk merubah jalannya sejarah? Allah yang kita sembah dan kita layani adalah Allah dan Bapa yang sama seperti yang dikasihi dan disembah mereka, yaitu Allah yang ada di mana-mana, Mahatahu dan Mahakuasa. KuasaNya tidak berubah - Dia ingin melakukan hal yang sama melalui kita.

Pentingnya Doa Berantai

Lebih dari satu tahun sebelum "Campus Crusade for Christ" mulai dalam pelayanannya, saya kerap kali memimpin suatu team utusan dari gereja ke asrama-asrama mahasiswa, perkumpulan-perkumpulan kaum pria dan perkumpulan-perkumpulan kaum wanita di daerah Los Angeles, tetapi sepengetahuan saya, tidak seorangpun menyerahkan hidupnya pada Kristus dalam pertemuan-pertemuan itu.

Tetapi sesudah Tuhan membentuk pelayanan ini, di musim semi pada tahun 1951, kami segera mengadakan doa berantai selama 24 jam, yang dibagi menjadi 96 X 15 menit. Banyak sekali orang Kristen ikut ambil bagian dalam doa selama 15 menit itu setiap hari untuk mendoakan pelayanan kami di Universitas California di Los Angeles .

Pada pertemuan pertama yang diadakan dengan perkumpulan kaum wanita di U.C.L.A., setelah doa berantai itu dimulai, lebih dari setengah di antara 60 gadis-gadis yang hadir menyatakan keinginannya untuk menerima Kristus. Dalam waktu beberapa bulan kemudian lebih dari 250 mahasiswa-mahasiswa di U.C.L.A. - termasuk ketua umum dari dewan mahasiswa, redaktur sebuah surat kabar dan banyak sekali atlit-atlit terkenal - menyerahkan hidup mereka kepada Yesus Kristus. Pengaruh mereka bagi Kristus besar sekali, sehingga dalam campus itu mulai lagu-lagu rohani di siang hari bolong!

Perubahan besar, yang belum pernah terjadi itu, bukanlah merupakan hal yang kebetulan. Allah telah mengabulkan doa anak-anakNya. BerkatNya terus dicurahkan sampai saat ini dan Dia memakai pelayanan ini untuk memperkenaikan puluhan ribu orang kepada Juruselamat, dan menggembleng murid-murid hampir di seluruh negara-negara besar di dunia lni. Doa tetap memegang peranan yang terbesar.

Namun demikian, dari tahun ke tahun kami telah melihat, bahwa kebanyakan orang Kristen tidak mengetahui bagaimana berdoa. Seorang teman saya, yang telah menjadi orang Kristen lebih dari 50 tahun, mengatakan kepada saya baru-baru ini: "Saya tidak pernah berdoa di muka umum, dan saya hanya tahu sedikit tentang doa atau bagaimana berdoa." Banyak orang Kristen - baik yang baru maupun lama - hanya sedikit sekali mengetahui tentang doa. Oleh karena itu saya ingin menerangkan beberapa kebenaran dasar tentang doa kepada saudara. Mungkin baik kalau kita mulai dengan definisi doa.

I. Apakah doa itu?

Berdoa adalah mengadakan hubungan dengan Allah, atau seperti kata seseorang: "Doa adalah suatu dialoog antara dua pribadi yang saling mengasihi - Allah dan manusia." Kita mengasihi Dia, karena Dia terlebih dahulu mengasihi kita. Kita dapat membandingkan hal ini dengan "kawat tilpon" yang terkenal, yang dipasang antara Washington dan Kremlin untuk perhubungan-perhubungan yang penting dan langsung antara Amerika dan Rusia. Setiap orang Kristen mempunyai "kawat tilpon", yang langsung menghubungkan dia dengan Tuhan, dan yang dapat dipergunakan setiap saat. Tetapi kebanyakan orang Kristen tidak pernah mengangkat tilpon itu, dan seringkali mereka menggunakan hubungan itu hanya apbila terjadi keadaan-keadaan yang krisis.

http://www.transferableconcepts.org/transconcepts/inz/pray_confidence/Image12-1.gif

Sebagai anak-anak Allah kita diundang supaya "Dengan penuh keberanian menghampĂ­ri takhta kasih-karunia, supaya kita mencrima rahmat dan menemukan kasihkarunia untuk mendapat pertolongan kita padawakturiya." 5

II. Siapakah yang dapat berdoa?

Orang-orang yang menjadi milik Kristus. Semua manusia secara naluriah dapat berdoa - juga apabila mereka hanya berdoa kepada dewa-dewa yang dibuat dari kayukayu dan batu. Bilamana seseorang menghadapi tragedi, kepiluan hati, kesedihan atau bahaya, ia berdoa. Ada bahaya besar apabila tidak memiliki "pengetahuan" tentang arti doa. Hal ini terbukti di dalam filsafat dan sejarah manusia, yaitu bahwa manusia cenderung untuk selalu menyatukan sifat-sifat moralnya dengan obyek yang disembahnya. Orang yang telah menyembah dewa-dewa hawa nafsu telah mengalami kemerosotan moral. Apabila manusia berdoa kepada berhala-berhala darah, api dan peperangan, mereka menjadi bersifat militer, tidak berperikemanusiaan dan kejam.

Pengertian seperti itu rasa-rasanya dapat juga diterapkan pada orang Kristen. Sebagaimana Firman Tuhan katakan: "Pada waktu kita memandang mukaNya (Kristus), kita diubah menjadi serupa yang sama, dari kemuliaan kepada kemuliaan." Tetapi ada perbedaan besar yaitu bahwa di dalam Injil diajarkan supaya orang Kristen sungguh-sungguh berbakti dan berdoa dengan benar, suci dan penuh kasih kepada Tuhan.

Jalan satu-satanya

Menurut Alkitab: "Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Yesus Kristus." 6 Yesus sendiri menyatakan bahwa Dialah satu-satunya Jalan kepada Allah: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." 7

Supaya hal ini jangan kedengaran terlalu exclusief, saya mengingatkan saudara bahwa Yesus Kristus datang untuk mati bagi semua manusia di seluruh dunia. Dia menjanjikan kelepasan kepada semua orang yang lelah dan yang menanggung beban berat. Banyak orang, yang telah melalaikan Tuhan sepanjang hidupnya, menghadapi keadaan yang sulit pada saat ajalnya hampir tiba dan merasa sangat malu untuk berdoa. Mereka memberi alasan: "Saya telah melalaikan Tuhan seumur hidup saya - sekarang sudah terlambat."

Jangan merasa seperti itu. Allah membuktikan kasihNya kepada kita dengan mengirimkan Kristus mati bagi kita walaupun kita masih tinggal di dalam dosa-dosa kita. Tak ada hal yang dapat saudara perbuat yang akan menyebabkan Allah berhenti mengasihi saudara.

Tetapi memang ada kenyataan, bahwa saudara tidak dapat mengharapkan Tuhan menjawab doa saudara, jikalau saudara tidak datang kepada Dia di dalam nama dan kuasa Tuhan Yesus sebagai Juru Syafaat saudara satu-satunya. Yesus berjanji sampai enam kali pada malam sebelum Dia disalibkan: "Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya." 8

Hati yang suci

Orang-orang yang mempunyai hati yang suci . Tetapi ada satu persoalan. Kita jangan hanya meminta di dalam nama Yesus. Kita juga harus datang dengan hati yang suci. Seperti yang dikatakan oleh pemazmur: "Seandainya-ada niat jahat dalam hatiku, tentulab Tuhan tidak mau mendengar." 9 Oleh sebab itu kita tidak dapat mengharapkan Tuhan menjawab doa kita, jikalau masih ada dosa di dalam hidup kita. Sama seperti karena meniadakan salah satu bahan, kita dapat gagal dalam membuat kue, demikian juga keseganan untuk mengakui dosa-dosa yang kita ketahui dapat mengakibatkan kita gagal dalam doa.

Hati yang mengampuni

Orang-orang yang mempunyai hati yang mengampuni. Salah satu penghalang yang sering terjadi di dalam doa ialah hati yang tidak dapat mengampuni. Yesus mengatakan: "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di surga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." 10 Tidak ada doa yang dapat dijawab oleh Tuhan, kalau doa itu disampaikan dari hati yang masih diliputi oleh kejahatan, kecuali doa dengan hati yang mengampuni.

Di dalam doa "Bapa kami", kata "beri" dan "mengampuni" terdapat di dalam satu kalimat. "Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami." 11 Ucapan yang sering kita dengar, yaitu: "Ya, saya dapat mengampuni tetapi tidak dapat melupakan," hanya akan menggagalkan doa-doa kita. Apakah jadinya seandainya Allah bersikap demikian? KasihNya telah mendorong Dia untuk melupakan segala kesalahan kita. Saudara dan saya harus datang kepada Allah dengan hati yang mengampuni, jikalau kita ingin menerima kuasa doa yang menjadi hak setiap orang Kristen.

Berdoalah dengan Iman

Orang-orang yang berdoa dengan iman. Klta harus mempunyai hati yang percaya, jikalau kita menginginkan doa-doa kita dijawab. Tuhan yang mengatakan: "Kepadaku telah diberikgn segala kuasa di surga dan di bumi" 12 dan "Aku menyertai kamu senantiasa, " 13 juga mengatakan:" Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu da1am namaKu, Aku akan rnelakukannya, " 14 Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya," 15 dan Jadilah kepadamu menurut imanmu." 16 Tetapi hanya sedikit dari kita yang sungguh-sungguh memperhalikan firman ini, dan hanya sedikit yang berani menuntut apa yang telah dijanjikan Tuhan kepada kita dengan kemurahan.

III. Mengapa kita harus berdoa?

Untuk memuliakan Tuhan. Di atas segalagalanya, tujuan doa ialah untuk memuliakan Allah. Yesus berkata: "Dan apa juga yang kamu minta dalam namaKu, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak." 17

Karena Tuhan telah memerintahkan kita untuk berdoa. Kita harus berdoa karena Bapa kita yang penuh kasih telah memerintahkan kita berdoa dengan tidak berkeputusan dan Dia senang bersekutu dengan kita.

Untuk mengadakan hubungan dengan Tuhan. Doa bukan hanya suatu "pintu darurat" bagi orang Kristen - untuk melepaskan diri dari kesukaran, menyenangkan diri sendiri dan mencapai tujuan-tujuan pribadi. Doa merupakan alat penghubung dengan Tuhan. Oleh karena itulah Tuhan telah memerintahkan kita untuk berdoa. "Berserulah kepadaKu, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui." 18

Perintah bagi kita di dalam Perjanjian Baru banyak sekali:"tetaplah berdoa" 19 "berjaga-jagalah dan berdoalah," 20 nyatakanlah dengan doa dan permohonan dengan ucapan syukur," 21 "berdoa dengan roh," 22 "berdoa dengan tidak jemu­-jemu," 23 berdoalah untuk pejabat-pejabat dalam pemerintahan, 24 berdoalah supaya dikaruniakan perkataan yang benar. waktu memberitakan rahasia Injil, 25 berdoalah bagi keberanian untuk memberitakan Fir­man Allah. 26

Persekutuam dengan Tuhan

Untuk bersekutu dengan Tuhan. Tuhan menunggu kita dengan penuh harap agar kita datang kepadaNya di dalam doa. Inilah Allah, yang menciptakan kita dan yang sangat mengasihi kita, sehingga Dia mengirimkan AnakNya yang tunggal untuk mati bagi kita Allah yang telah melakukan setiap hal bagi kita, walaupun kita berdosa dan mementingkan diri sendiri. Bagi saya sungguh sukar dipercaya, bahwa Tuhan ingin bersekutu dengan kita!

Selama kita mengadakan saat-saat teduh dengan Tuhan, kita cenderung untuk hanya memikirkan 'keadaan kita sendiri, dan merasa tidak puas, apabila hati kita dingin dan kita merasa kering serta suam. Tetapi Alkitab mengatakan: "Doa orang jujur diperkenanNya, 27 tidak peduli apapun perasaan yang ada pada kita. Kenyataan ini harus mendorong kita untuk mempergunakan lebih banyak waktu dengan Tuhan, karena kita ingin memuaskan dan menyukakan Dia.

Anak-anak saya telah membantu menyadarkan saya akan pentingnya kenyataan ini. Apabila Zachary atau Bradley ingin bercakap-cakap dengan saya, walaupun saya sibuk sekali, dengan senang hati saya meninggalkan segala kesibukan saya agar saya dapat bersekutu dengan mereka. Saya rindu dan ingin sekali bersama-sama dengan mereka, dan saya merasa senang, bahwa mereka ingin bersama-sama dengan saya. Apalagi Tuhan dengan kasihNya yang tak terbatas itu lebih ingin bersekutu dengan kita.

Teladan Kristus

Karena teladan Kristus. Yesus Kristus, Anak Tunggal Allah, menjadikan doa itu suatu hal utama, walaupun hari-hariNya dari pagi sampai malam penuh dengan tekanan-tekanan dan kewajiban-kewajiban: berbicara kepada orang banyak, menyembuhkan orang sakit, bercakap-cakap secara pribadi dengan orang-orang tertentu, bepergian dan mengajar murid-murid. Apabila Yesus sendiri sangat bergantung kepada persekutuan ini di dalam doa pribadi dengan BapaNya, apa lagi kita.

Karena teladan para murid dan orang-orang lain. Kehidupan murid-murid dan riwayat hidup orang-orang Kristen selama berabad-abad yang lalu semuanya membuktikan, bahwa doa itu sangat penting. Saya tidak menyarankan supaya kita harus menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk berdoa, walaupun ada beberapa orang yang dipanggil untuk menggunakan hak yang istimewa seperti itu. Tetapi kita semua diperintahkan oleh Tuhan agar "tetaplah berdoa", membawa setiap persoalan kepada Tuhan di dalam doa. Kita diperintahkan agar mendoakan satu sama lain. Orang-orang yang berdoa telah diberkati dan dipakai oleh Tuhan.

Hasil doa

Untuk mendapatkan hasil. Kita berdoa karena doa itu mendatangkan hasil. Doa itu merubah segala sesuatu. Banyak orang ber­pendapat, bahwa doa itu hanyalah suatu latihan secara psikologis untuk sugesti diri sendiri atau pemikian secara positif. Orang berpendapat, bahwa doa dapat merubah orang-orang yang berdoa itu, sehingga Tuhan bebas menyatakan kehendakNya. Tetapi Alkitab dengan jelas mengajarkan, bahwa doa dapat merubah keadaan alam sekalipun. Sebagai contoh, Yesus membang­ kitkan Lazarus dari kematian. 28 Elia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya ujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun ke bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumipun mengeluarkan buahnya. 29

Berbicaralah dengan Tuban terlebih dahulu

Doa adalah alat yang terbesar untuk menjadi seorang saksi yang berbuah bagi Kristus. Perintah Allah adalah, pertama-tama kita harus berbicara dengan Allah tentang manusia, dan kemudian berbicara dengan manusia tentang Allah. Bersaksi adalah mengumpulkan hasil-hasil doa, baik doa orang-orang yang memberitakan Kristus maupun doa-doa orang lain yang telah ikut berdoa. Saya yakin, bahwa faktor yang terpenting, sehingga saya menjadi seorang Kristen, adalah doa ibu saya yang saleh.

Sebagai makanan rohani kita. Doa, yang terdiri dari pembicaraan kita kepada Tuhan dan pembicaraan Tuhan kepada kita melalui FirmanNya, Kitab Suci, merupakan sumber makanan rohani yang terbesar bagi kita. Sama seperti seorang anak membutuhkan makanan bagi pertumbuhan tubuhnya, demikian juga kita membutuhkan makanan bagi pertumbuhan rohani kita. Kita dapat saja tidak makan sehari tanpa membawa akibat yang buruk, tetapi kalau kita tidak makan satu minggu lamanya pasti kita akan sakit, lemah atau lebih buruk keadaannya.

Demikian juga dengan kehidupan rohani kita. Kita dapat melewatkan sehari tanpa memperoleh makanan dari Firman Tuhan atau tanpa berdoa dan tidak merasakan akibat-akibat buruk, tetapi kalau kita terus menerus demikian, kita akan menjadi keku rangan makanan, kehilangan kekuatan untuk dapat hidup dalam kemenangan dan tidak memiliki keberanian sebagai seorang saksi Kristus yang hidup.

IV. Kepada siapakah kita berdoa?

Kita berdoa kepada Bapa di dalam nama Tuhan Yesus Kristus melalui pekerjaan Roh Kudus. Doa-doa kita dimeteraikan oleh Yesus Kristus dan disampaikan kepada Allah Bapa oleh Roh Kudus. Tetapi karena Allah adalah Allah yang Tunggal, yang rnenyatakan dirinya dalam tiga Pribadi, doa kita kepada Yesus atau kepada Roh Kudus juga dapat diterima dengan sempurna. Tidak ada perasaan iri di antara ketiga Pribadi dari Tritunggal itu. Cara menurut Alkitab yang diajarkan oleh Yesus ialah berdoa kepada Bapa.

Akan sangat berarti dan menguatkan kita, apabila kita menyadari, bahwa pada saat kita berdoa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus menjadi perantara kita!

http://www.transferableconcepts.org/transconcepts/inz/pray_confidence/Image25-1.gif

Paulus berkata kepada kita di dalam Roma 8:34; "Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelab kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita."

Roh itu menjadi perantara

Ayat-ayat sebelumnya dalam pasal ini mengajar kita: "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati-nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus." 30

Kita berdoa kepada Raja di atas segala raja dan Tuhan dari segala yang dipertuan, Pencipta langit dan bumi. Karena itu kita datang ke hadiratNya dengan hati yang penuh rasa penyembahan. Tetapi Dia juga Bapa surgawi kita yang penuh kasih, yang memelihara dan senang sekali mengadakan persekutuan dengan kita. Sebab itu kita dapat datang ke hadiratNya dengan hati yang Iapang dan bersukacita, karena kita mengetahui, bahwa Tuhan mengasih kita jauh rnelebihi orang lain yang pernah mengasihi kita atau yang akan mengasihi kita.

V. Bagaimanakah kita harus berdoa?

Ada saat di mana saya berdoa dengan tiada berkeputusan, bercakap-cakap dengan Tuhan beratus-ratus kali sepanjang hari tentang setiap hal. Saya berdoa untuk kebijaksanaan dalam banyak keputusan yang harus saya ambil setiap hari. Saya berdoa bagi keselamatan teman-teman dan orang-orang yang tidak saya kenal, kesembuhan orang-orang yang sakit dan kebutuhan rohani serta materi bagi pelayanan "Campus Crusade for Christ", demikian juga bagi keperluan anggota-anggota staf dan pemimpin-pemimpin dari organisasi-organisasi Kristen yang lain.

Saya berdoa bagi pemimpin-pemimpin dan orang-orang yang duduk dalam pemerintahan negara. Saya juga berdoa bagi pakaian yang saya pakai, sesuai dengan orang-orang yang akan saya jumpai, supaya cara saya berpakaian, demikian juga ucapan dan tindakan saya, akan membawa kemuliaan kepada Allah.

Saat teduh

Tetapi ada saat lain di mana ada waktu khusus setiap hari untuk berdoa - saya bertelut dengan tenang di depan Alkitab yang terbuka dan bercakap-cakap dengan Tuhan, pada saat saya membaca firmanNya. Sementara kita dengan tenang mengadakan renungan di hadiratNya, Tuhan berkata-kata kepada kita melalui firmanNya dan melalui kesan-kesan yang kita peroleh.

Sebelum saya mulai membaca Alkitab, saya meminta Roh Kudus, yang menerangkan isi Alkitab itu, agar membuat bacaan saya berarti dan membangunkan iman. Setelah selesai membaca, saya berhenti untuk mengucap-syukur kepada Tuhan atas kasihNya di dalam keselamatan dan perlengkapanNya bagi saya; mengakui kekurangan-kekurangan di dalam kehidupan saya sendiri yang dinyatakan oleh Alkitab, meminta keberanian dan iman seperti yang ditunjukkan oleh rasul-rasulNya dan mengucap syukur kepadaNya atas pengertian baru dalam cara keillahianNya untuk mencapai dunia dengan Kabar Baik tentang kasih dan pengampunanNya. Bagi saya, doa yang sebenarnya adalah meminta Tuhan agar berkata-kata kepada kita, pada saat kita berbicara kepadaNya. Arti doa lebih dari ini, tetapi inilah dasar dari doa yang benar.

Doa kelompok

Doa kelompok juga merupakan bagian yang, penting dari kehidupan doa orang Kristen, akan tetapi tidak jaraffg adajuga di antara orang Kristen yang merasa suam, tidak menarik dan membosankan kalau berdoa. Alasannya adalah sederhana. Kebanyakan orang-orang Kristen, yang termasuk di dalam kelompok itu, belum mempergunakan waktunya dengan Tuhan didalam kebaktian dan doa pribadi, dan dengan sendirinya tidak ada apa-apa yang dapat mereka katakan kepada Tuhan di muka umum, kecuali doa-doa yang dihafalkan menurut pola orang-orang Kristen yang lebih tua yang juga telah mempelajari cara mereka berdoa dari orang lain pula.

Karena itu penting sekali kita mengajar kelompok-kelompok doa itu supaya bercakap-cakap dengan Tuhan, seakan-akan Ia benar-benar hadir, dan memang Dia hadir. Ini menimbulkan doa yang spontan, yang dibimbing oleh Rob, di mana suatu pujian atau permintaan pada saat yang sama di bawa kepada Dia sebagaimana ditunjukkan oleh Roh ke dalam pikiran kita.

Doa yang spontan

Dalam mengikuti cara ini, seseorang dapat memulai dengan mengatakan: "Tuhan, saya mengasihi Engkau." Yang lain mengatakan: "Terima kasih, Tuhan, bahwa Engkau hadir pada saat ini, sehingga kami dapat bercakap-cakap dengan Engkau dan kami tahir, bahwa Engkau mendengarkan kami." Yang lain lagi: "Terima kasih, Tuhan, karena kasihMu, Engkau mengirimkan Tuhan Yesus mati bagi dosa-dosa kami. " Seorang mengutip pemazmur: "Karena besarlah Tuhan; patut sekali Ia dipuji-puji." Yang lain lagi mungkin mengatakan: "Tuhan, saya mengaku, bahwa saya tidak ingin datang kepadaMu malam ini, tetapi terima kasih bahwa pada saat ini saya ada di sini dan Engkau telah berbicara kepada saya." Permintaan yang lain: "Saya berdoa agar Tuhan mau menarik teman saya, Jim, kepada Engkau, sehingga ia dapat mengalami kelahiran yang baru dan menjadi seorang saksi dan murid bagiMu." Orang lain mengaminkan: "Saya mendukung doa ini, Bapa, tunjukan kepada kami bagaimana kami dapat segera mendekatinya dengan Injil."

Dalam doa yang spontan serta dipimpin oleh Roh semacam ini - kadang-kadang disebut "doa percakapan" - orang mungkin tergerak untuk berdoa berkali-kali. Tetapi setiap doa harus singkat, tepat dan bordasarkan Firman Allah.

Menyebut nama Tahan

Ada satu cara umum - yang secara pribadi sangat tidak saya sukai, walaupun kadang-kadang saya sendiri melakukannya, yaitu cara menggunakan nama "Tuhan Yesus" atau "Tuhan" berkali-kali di dalam sebuah doa. Kesalahan dalam menyebut nama ini menjadi nyata, apabila saudam memikirkan hal yang sama dalam bercakap­-cakap dengan seorang yang bernama "Tom."

Dapatkah saudara membayangkan percakapan yang berikut ini: "Tom, saya senang sekali kamu datang. Tom, terima kasih banyak atas pemberianmu. Tom, silakan masuk. Tom, ini dan Tom, itu"? Jikalau saudara menyebut namanya sampai duabelas kali dalam percakapan selama dua atau tiga menit, ia akan merasa tidak senang dan demikian juga saudara.

Ini adalah cara yang seringkali dilakukan di antara orang-orang Kristen, yaag secara tidak sadar menyelipkan nama Tuhan di dalam doa-doa mereka. Akan lebih baik jika saudara menyebut Tuhan dan menyampaikan doa saudara apakah itu berupa pujian, ucapan syukur, permintaan, permohonan atau apa saja - dan kemudian mengucap syukur, bahwa atas dasar FirmanNya. Dia telah mendengarkan saudara. Hindarilah kebiasaan mengulangi nama Tuhan atau Yesus berkali-kali, seakan-akan saudara adalah seorang Nabi Baal yang mencoba membangunkan Tuhan atau menarik perhatianNya. 31 Doa semacam itu seringkali tidak menyenangkan bagi orang lain, terutama orang-orang yang belum percaya dan orang-orang Kristen yang masih baru. Lebih-lebih orang-orang Kristen yang masih baru akan mulai berdoa menurut cara saudara.

VI. Apakah yang harus dinyatakan di dalam doa?

Ada bagian-bagian dasar tertentu yang harus diikut-sertakan di dalam doa. Bagian-bagian ini dapat mudah diingat dengan singkatan "4 P", kependekan dari: Pujaan, Pengakuan, Pengucapan syukur dan Permohonan. Tetapi singkatan ini hanyalah suatu pedoman untuk membantu dan bukan suatu urutan yang harus saudara ikuti.

Marilah kita memperhatikan arti kata-kata itu.

http://www.transferableconcepts.org/transconcepts/inz/pray_confidence/Image33-1.gif

Pujaan/Penyembahan

Pujaan: Memuja Allah adalah menyem­bah dan memuji Dia, menghormati dan memuliakan Dia di dalam hati, pikiran serta mulut kita. Doa seringkali disalah-artikan sebagai sesuatu yang samar-samar, sesuatu yang mistik di dalam hubungan seseorang dengan Allah yang suci dan maha besar. Tetapi Firman Allah tidak mengajarkan hal ini. Bahkan Alkitab mengajarkan, bahwa Allah, Bapa kita, menginginkan persekutun dengan anak-anakNya. Hubungan kita dengan Bapa yang di surga haruslah berdasarkan keyakinan yang penuh, iman dan ketaatan. Kita menghampiri Dia di dalam pujaan dan pujian, dengan hormat, kasih dan syukur. Doa kita haruslah merupakan suatu pernyataan isi hati kita kepada Allah. Ini adalah suatu pengalaman, bukan suatu tindakan.

Membaca dengan keras mazmur puji-pujian dan bagian Injil lain yang berisi puji-pujian dapat memperkaya waktu doa saudara. Satu hati yang dingin dan tak mengucapkan syukur akan segera dihangatkan dan dipenuhi dengan pujian kepada Allah.

Menghormat Allah

Saya pribadi tidak berani memakai sebutan-sebutan yang kurang hormat untuk Tuhan, karena Allah yang saya sembah adalah juga Allah yang saya hormati dan saya muliakan. Dia adalah Allah yang suci yang ada di mana-mana dan Pencipta segala sesuatu. Namun, saya merasa benar-benar bebas untuk membuka hati saya kepadaNya - mengatakan keperluan-keperluan isi hati saya yang terdalam sekalipun, karena saya mengetahui, bahwa Dia bukan hanya Allah yang suci dan ada di mana-mana, tetapi Dia juga Bapa Surgawi saya yang penuh kasih. Dia lebih mengasihi saya, lebih mengerti keadaan saya dan lebih mempercayai saya daripada orang lain di seluruh dunia ini.

Saya dapat berdoa dalam sikap bagaimanapun juga: dengan mata terbuka atau tertutup, sambil berjalan, sambil berbaring di tempat tidur, keras-keras atau dengan diam-diam. Tetapi sikap yang paling saya senangi adalah berlutut. Yang pertama-tama saya lakukan, apabila saya bangun pada pagi hari, adalah merasakan, bahwa Tuhan Yesus memimpin dan memelihara hidup saya serta mengucap syukur kepadaNya, bahwa Dia mengasihi saya dan hidup di dalam dan melalui saya. Saya mengundang Dia untuk melanjutkan pekerjaanNya dalam "mencari dan menyelamatkan yang sesat" melalui saya, memakai saya di dalam setiap hal yang berkenan kepadaNya. Kemudian saya bertelut di hadapanNya dan mengakui, bahwa saya adalah hambaNya dan juga anakNya.

Pengakuan Dosa.

Pengakuan: Bagi orang-orang Kristen yang perlu mempetbaiki hubungannya dengan Kristus, pedoman untuk berdoa menurut Injil dimulai dengan pengakuan dosa 32 berdasarkan Mazmur 66:18: "Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar," dan Yesaya 59:2: "Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu."

Mengakui dosa itu mempersiapkan hati untuk pujaan, pengucapkan syukur dan permohonan.

Jikalau doa kita dimulai dengan pujaan dan pujian kepada Allah, setiap dosa di dalam hidup kita akan dinyatakan oleh Roh Kudus. Karena pada saat kita melihat Allah di dalam kasih dan kesucianNya, kita dapat mengetahui dosa-dosa serta ketidaklayakan kita. Apabila Roh Kudus menunjukkan kepada kita "dosa-dosa kesombongan kita," kita harus mengakuinya, seperti juga dosa-dosa kita yang bersifat "rahasia" yang belum kita akui secara sadar. Dengan demikian menantikan Tuhan setiap hari adalah penting agar Dia menunjukkan dosa-dosa kita.

Seperti seorang memakai setelan putih yang bagus di tempat pertambangan batubara yang hitam dan gelap tidak menyadari apa yang terjadi dengan pakaiannya sampai ia melihat dirinya sendiri di terang hari, demikian juga kebanyakan orang tidak menyadari dosa-dosa mereka sampai mereka memperlihatkan diri mereka sendiri kepada Kristus yang menjadi Terang dunia.

Berterus-terang

Berterus-teranglah kepada Tuhan. Jangan memakai kedok atau bersandiwara. Kata-kanlah kepada Tuhan tepat seperti apa yang saudara rasakan setiap kali. iikalau saudara merasakan keadaan rohani yang suam, kata-kanlah kepada Dia demikian. Jikalau hati saudara dingin, akuilah. Jikalau saudara telah melanggar, akuilah, terimalah pengampunan dan penyucianNya, yang akan membaharui persekutuan saudara.

Kata "mengakui" dalam bahasa Yunani berarti "mengatakan hal yang sama seperti" atau setuju dengan Tuhan atas dosa-dosa saudara, seperti yang diajarka di dalam I Johanes 1:9. Jadi apabila saudara mengakui dosa-dosa saudara, saudara menyetujui, bahwa apa yang saudara lakukan adalah salah. Saudara boleh yakin, bahwa segala dosa-dosa saudara yang telah lalu, sekarang dan yang akan datang - telah diampuni di atas salib, dan saudara bertobat - kembali dengan iman dari hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah ke hal-hal yang diinginkanNya supaya saudara lakukan di dalam kuasa Roh.

Kita tidak perlu merasa "rohani" untuk mengakui dosa-dosa kita; waktu untuk mengakui adalah pada saat kita menyadari, bahwa kita telah berdosa.

Hindarliah introspeksi yang berlebih-lebihan

Pengakuan itu harus benar-benar dan jujur, tetapi hati-hatilah terhadap introspeksi yang berlebih-lebihan yang tidak baik akibatnya. Terimalah pengampunan Tuhan dan pusatkanlah perhatian pada Kristus dan kasihNya serta penerimaanNya atas diri saudara.

Orang Kristen harus bersedia menerima pengampunan Tuhan dan kemudian ia dapat mengubah kelakuannya. Janganlah mengakui tindakan pelanggaran yang sama sampai dua kali. Melakukan hal itu berarti, bahwa saudara tidak percaya kepada Tuhan dan janjiNya untuk mengampuni serta menyucikan saudara. Kalau dosa-dosa yang telah saudara akui datang dan menyerang saudara lagi, saudara harus bertanya pada diri sendiri apakah saudara sungguh-sungguh sudah mengakui dosa-dosa tersebut dan apakah saudara sudah membuat pengakuan yang benar. Jikalau saudara sudah melakukan kedua hal ini, persoalan saudara itu dapat juga merupakan pencobaan dari Iblis, penuduh orang-orang percaya. Di dalam hal ini peganglah janji Tuhan, bahwa saudara diampuni dan disucikan, lalu mintalah agar Tuhan Yesus melawan Iblis itu.

Pengucapan Syukur

Pengucapan syukur: Tak ada hal yang lebih menyenangkan bagi Tuhan selain dari pernyataan iman kita yang penuh, dan tak ada cara yang lebih baik untuk menyatakan iman kita selain daripada mengatakan: "Terima kasih." Penulis kitab Ibrani menjelaskan, bahwa tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah/ 33 Kita diperintahkan agar "mengucap syukur dalam segala hal; sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalarn Kristus Yesus bagi kamu." 34 Tidak mengucap syukur adalah melanggar perintah Tuhan.

Jikalau kita dipenuhi dengan Roh Kudus Tuhan dan menyadari, bahwa Ia mengawasi segala sesuatu, kita dapat mengucap syukur kepada Allah bukan saja untuk berkat-berkat yang berkelimpahan setiap hari, tetapi juga untuk persoalan-persoalan dan kesusahan-kesusahan yang menimpa kita.

Saya sarankan agar saudara merenungkan dengan tenang semua berkat-berkat saudara setiap hari, yaitu mengenal Kristus sebagai Juruselamat saudara, jaminan atas pengampunan dosa, kesempatan untuk melayani Kristus, kesempatan untuk belajar di sekolah, kesehatan, orang-orang yang saudara kasihi, pekerjaan yang baik, makanan, pakaian dan sebagainya. Kemudian ucapkanlah syukur kepada Tuhan atas setiap hal itu.

Setelah itu buatlah daftar dari setiap persoalan, kekecewaan, kesedihan atau kesulitan yang saudara alami, dan ucapkan syukur atas setiap hal itu, seperti yang diperintahkan kepada kita. Pengucapan syukur menyatakan, bahwa saudara benar-benar mempercayai Tuhan. Dalam menyatakan iman saudara, saudara berkenan di hadapan Tuhan dan Dia dapat menjadikan DiriNya sendiri kuat di dalam diri saudara untuk kebaikan saudara; sedangkan jiwa yang mengeritik dan tidak percaya, tidak berkenan di hadapan Allah serta menghalangi niatNya untuk memberkati dan memperkaya hidup saudara, serta memakai saudara bagi kemuliaanNya.

Permohonan (Doa untuk berbagai hal)

Permohonan: Bagi kebanyakan orang Kristen, doa sama seperti melihat-lihat etalase toko - mereka membuang banyak waktu hanya untuk melihat-lihat saja, tetapi tidak pernah membeli sesuatu. Kita harus berdoa bagi segala sesuatu dan dengan syarat-syarat khusus. Paulus memperingatkan kita: "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." 35 Permohonan mencakup permohonan bagi orang lain dan permintaan bagi keperluan-keperluan kita sendiri.

Seringkali orang Kristen tidak menyadari pentingnya berdoa bagi orang-orang lain. Rasul Paulus selalu berdoa bagi orang-orang yang bertobat, 36 dan ia juga meminta agar mereka berdoa baginya. 37 Setiap orang Kristen harus berdoa bagi orang-orang Kristen lain dan harus menganjurkan mereka untuk berdoa baginya.

Permintaan

Pertama-tama, berdoalah bagi diri sendiri, sehingga hati kita dibaharui dan dihidupkan dengan penuh semangat -waspada dan sadar, hidup, disegarkan, selalu peka terhadap Rob Kudus dan dipenuhi dengan kuasaNya. Berdoaiah bagi persoalan-persoalan saudara, berdoalah bagi hikmat dan pimpinanNya, berdoalah bagi kekuatan untuk menghadapi pencobaan, berdoalah bagi penghiburan di masa kesusahan - berdoalah bagi setiap hal. Tak ada hal yang terlalu kecil atau terlalu besar untuk dibawa ke hadapan Tuhan.

Berdoalah bagi orang-orang lain

Berdoalah setiap hari bagi suami atau istri saudara, bagi anak-anak saudara dan orang tua saudara. Setelah itu berdoalah bagi tetangga-tetangga dan teman-teman saudara. Berdoalah bagi pendeta-pendeta dan penginjil-penginjil saudara. Berdoalah bagi orang Kristen lainnya yang telah diberi tugas khusus oleh Allah. Berdoalah bagi orang-orang yang duduk di pemerintahan.

Berdoalah khusus bagi keselainatan jiwajiwa, bagi kesempatan setiap hari untuk memperkenalkan orang lain kepada Kristus dan bagi pekerjaan Roh Kudus, dan bagi penggenapan Amanat Agung dalam generasi kita. Mulailah dengan campus saudara atau kelompok saudara. Berdoa dan berusahalah untuk mendapatkan seorang atau beberapa teman Kristen yang dapat saudara ajak mengadakan persekutuan doa.

Banyak orang yang telah measakan doa sebagai satu pengalaman yang besar membukukan setiap doa mereka, disertai tanggal dari setiap permintaan dan tanggal dari jawaban yang mereka terima. Saudara mungkin ingin menggunakan cara yang sama untuk menguatkan iman saudara, apabila semua doa-doa saudara tidak segera mendapat jawaban. Kadang-kadang hal itu terjadi menurut hikmat dan kedaulatan Allah, sehingga doa-doa saudara tidak dijawab sama sekali, atau tidak seperti yang saudara harapkan.

VII. Bagaimanakah kita dapat berdoa dengan yakin?

Bagaimanakah kita dapat memperoleh jawaban bagi doa-doa kita? Ada empat syarat yang harus dipenuhi: Pertama, tinggal tetap. Kedua, minta. Ketiga, percaya, Keempat, menerima.

http://www.transferableconcepts.org/transconcepts/inz/pray_confidence/Image44-1.gif

Tinggal tetap. Yesus menyatakan, bahwa tinggal tetap adalah kunci bagi doa yang berhasil. Ia mengatakan: "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kainu akan mencrimanya." 38 , Dengan kata lain, jikalau kita tinggal di dalam Kristus -jikalau hidup kita seluruhnya diserahkan kepada Dia dan FirmanNya tinggal di dalam kita sehingga kita mengetahui kehendakNya - kita dapat meminta segala sesuatu yang kita inginkan, karena kehendak kita adalah melakukan kehendakNya.

Jadi tinggal tetap ialah berjalan dengan Roh, dengan tidak ada dosa yang belum diakui dan dengan roh yang seluruhnya disediakan bagi Allah. Jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurt kehendakNya Ia mengabulkan apa saja yang kita minta. 39

Kita harus minta

Minta. Jikalau kita mengharapkan jawaban bagi doa kita, kita harus minta. Jakobus mengatakan: "Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." 40 Ada suatu kuasa hebat yang terdapat dalam Tuhan Yesus, dan Dia mengatakan: "Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya. 41 "Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatupun dalam namaKu. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu." 42 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. " 43

Persoalan-persoalan di dunia yang masih belum dapat dipecahkan sangat besar jumlahnya, sehingga boleh dikatakan tak terhitung. Ada orang-orang yang masih sakit; jiwa-jiwa yang belum dimenangkan bagi Kristus; orang-orang jahat yang masih menjalankan kekuasaan politik dan keuangan yang sama sekali di luar Tuhan; dan banyak ketidak-adilan yang terus-menerus dilakukan - semuanya disebabkan karena anakanak Tuhan tidak minta!

Mintalah dengan iman

Percaya. Yesus berjanji: "Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." 44 Hal ini merupakan inti dari doa-doa yang dijawab. Tetapi bagaimanakah saudara dapat memperoleh iman? Apakah saudara rnencoba untuk mencapai suatu keadaan tertentu di dalam pikiran saudara, sehingga akan dapat disamakan dengan iman? Tentu tidak.

Tuhan tidak meminta agar kita mempunyai iman yang besar. Kita cukup memiliki iman pada seorang Allah yang besar. Yesus mengatakan: "Sesunggulmya sekiranya ada padamu iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu." 45 Lebih lanjut kita diperintahkan untuk "memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang," 46 karena orang yang bimbang tidak dapat mengharapkan Tuhan menjawab doa-doanya.

Jelaslah bahwa yang penting ialah mutu iman - bukan besarnya iman.

Iman datang dari Allah. 47 Iman bukanlah sesuatu yang dapat saudara coba untuk memilikinya. Iman adalah sesuatu yang dihasilkan oleh Roh Kudus di dalam saudara, apabila saudara terus-mencrus berjalan dengan iman dan ketaatan. Itulah sebabnya mengapa saudara perlu berjalan di dalam Roh, apabila saudara berdoa. Saudara harus sejalan dengan Roh Kudus. Saudara tidak dapat menduduki takhta kehidupan saudara sendiri dan tetap berdoa dengan iman. Suatu kehidupan yang beriman hanya dapat dialami oleh orang-orang yang taat. Saudara tidak akan dapat menemukan seseorang, yang memiliki iman kepada Allah yang maha besar, tetapi tidak mau mematuhi Tuhan, yang telah memberi perintah kepadanya supaya mempercayaiNya.

Roh Kudus memakai tiga cara untuk menghasilkan iman di dalam seseorang yang berdoa, yaitu:

Pertama, ia memakai Firman Allah. Apabila kita mempelajari Injil, kita mengetahui lebih banyak tentang sifat-sifat Allah-kasihNya, hikmatNya, kuasaNya, pekerjaanNya, kedaulatanNya. Makin baik kita mengenal Allah, makin lebih percaya kita kepadanya. "Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus." 48

Kedua, Roh Kudus memakai persekutuan dengan orang-orang Kristen lain dan bermacam-macam keadaan serta pengalaman-pengalaman, untuk menguatkan iman saudara. Sebagai contoh, iman kita kepada Allah bertumbuh, apabila kita meneliti cara Dia bekerja di dalam hidup dan keadaan orang-orang percaya yang lain. Seorang teman dipakai Allah untuk memperkenalkan orang lain kepada Kristus dan ia menceritakan pengalamannya kepada kita -hal ini menguatkan kita untuk percaya, bahwa kita juga dapat dipakai oleh Tuhan.

Cara ketiga dari Roh kudus untuk memberikan iman di dalam hati orang-orang percaya adalah melalui kesan atau keyakinan kuat yang dibeiikanNya. Seperti yang dikatakan Paulus kepada kita di dalam Filipi 2:13: "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya."

Misalnya, jikalau saudara mendapat kesan yang saudara percaya berasal dari Tuhan, dan kesan itu terus bertumbuh, saudara harus yakin, bahwa Tuhan memimpin saudara, asalkan saja tiga hal berikut ini adalah benar: saudara dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus; pimpinanNya berdasarkan Injil; dan saudara tidak mempunyai motif-motif kedagingan atau kepentingan diri sendiri, dan keinginan saudara hanyalah untuk memuliakan Allah dengan memperkenalkan orang lain kepada Kristus dan membantu menggenapi Amanat Agung.

Contoh iman

Lima orang siswa sekolah menengah yang masih muda mulai merasakan tanggung jawab mereka kepada Allah menurut Matius 28:18-20. Setiap siswa ini mendapat kesan untuk membuat daftar dari tiga orang teman yang ingin dibawanya kepada Kristus. Pada minggu pertama mereka bertemu setiap hari untuk berdoa agar teman-teman mereka itu merasakan kebutuhan mereka akan Allah.

Minggu kedua mereka berdoa agar mereka dijadikan alat-alat Tuhan. Minggu ketiga mereka berdoa agar mereka mendapat kesempatan untuk bercakap-cakap dengan teman mereka itu tentang Kristus. Pada minggu itu limabelas orang teman siswa menerima Juruselamat.

Dengan perjanjian, bahwa "tak ada sesuatu yang mustahil," kita tidak perlu dibatasi oleh cara-cara menurut tradisi dalam memberitakan Injil. Jangan merasa sangsi dengan ketidak-mampuan, kegagalan dan hal-hal yang biasa saja. Percayalah kepada Allah, bahwa "apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya." 49 Ini membawa saja kepada pokok saya yang terakhir.

Menerima jawaban Tuhan

Dengan iman terimalah jawaban bagi permintaan saudara. Jikalau saudara mengetahui, bahwa saudara tinggal tetap di dalam Kristus, saudara dipimpin oleh Roh Kudus dan saudara berdoa sesuai dengan Firman dan kehendak Allah, saudara dapat mengharapkan Tuhan menjawab doa saudara. Oleh sebab itu bersiap-siaplah untuk menerima jawabannya. Bayangkanlah sekarang juga, bahwa saudara sedang menerima jawaban atas permintaan saudara dan mulailah mengucap syukur kepada Allah atas jawaban bagi doa saudara.

Pada tahun 1954 Roger Bannister memecahkan rekor empat menit dalam tiap mil. Hal itu belum pernah terjadi di dalam catatan sejarah, tetapi Roger Bannister percaya, bahwa hal itu dapat dilakukan. Ia meinbayangkan dirinya sendiri memecahkan rekor 4 menit dalam 1 mil, dan memang ia berhasil. Sejak tahun 1954, beberapa ratus atlit lainnya telah memecahkan rekor empat mil tiap menit, hanya karena Roger Bannister telah membuktikan, bahwa hal itu dapat dilakukan.

"Obat pendorong"

Sebuah percobaan telah dilakukan di Universitas Tulane, ada dua kelompok atlit yang terkemuka diminta untuk melaksanakan suatu gerakan senam yang mustahil. Kelompok A menyadari, bahwa hal itu tidak pernah dilakukan sebelumnya, dan merka merasa, bahwa mereka akan gagal, dan memang mereka gagal. Tetapi kelompok B dikumpulkan dan diberi "obat pendorong" yang istimewa serta diberitahu, bahwa obat itu akan memberikan kekuatan yang luar biasa kepada mereka percobaan itu, dan dengan keyakinan ini mereka berhasil dalam usaha mereka. Obat itu hanya berupa kapur tulis biasa saja eka selama dan sebenarnya tidak memberi kekuatan apa-apa.

Apa yang saya sarankan tidak bergantung pada kekuatan sugesti diri sendiri atau pada pemikiran yang positif. Pemikiran yang positif saja tidak cukup. Akan tetapi jikalau seseorang yang hanya memiliki kekuatan secara manusia dapat mengerjakan hal-hal yang menunjukkan kekuatannya yang luar biasa, atau hasil-hasil yang menonjol di bidang lain, terlebih pula kita yang beriman pada Tuhan yang ada di mana-mana dan yang dapat mengambil dari sumber-sumber kekayaanNya yang tak ada habis-habisnya.

Kuasa Injil

Adaiah kenyataan yang sederhana, bahwa apapun yang kita bayangkan akan terjadi, yang sangat kita inginkan, yang kita percayai sungguh-sungguh dan yang kita kerjakan dengan bersemangat sekali, mau tak mau harus terjadi - sudah tentu jikalau semua itu didasarkan atas Injil.

Sebagai contoh, perhatikanlah Amanat Agung. Beberapa tahun sejak saat Tuhan memberikan kepada saya beban bagi pekerjaan ini dan bagi dunia, saya telah mendapat kesan yang kuat, bahwa Roh Kudus menginginkan Amanat Agung itu digenapi oleh dan dalam generasi kita. Pada mulanya memang tidak banyak bukti yang dapat dilihat. Tetapi sejak saat saya memperoleh kesan pertama yang dalam itu, saya telah terus-menerus memikirkannya.

http://www.transferableconcepts.org/transconcepts/inz/pray_confidence/Image53-1.gif

Gambaran yang nyata dalam pikiran

Saya mempunyai sebuah gambaran yang nyata dalam pikiran saya tentang apa yang akan menjadi konsekwensi penggenapan Amanal Agung itu melayani dunia yang berisi 4 bilyun manusia; menjadikan berjuta-juta orang murid-murid Kristus; menempatkan wakil-wakil yang strategis di setiap bangsa dari 210 negara dan daerah-daerah protektoiat dunia, dan memakai setiap alat yang modern dalam teknologi, ilmu pengetahuan, radio, televisi, satelit, jet, alat-alat cetak yang cepat dan segala macam alat peraga untuk menyebarkan kasih Allah ke seluruh dunia.

Saya melihat dengan nyata dalam pikiran saya suatu hari yang tidak akan lama lagi di mana berjuta-juta orang di dunia ini akan mengetahui kebenaran yang besar tentang kasih dan pengampunan Allah di dalam Yesus Kristus dan akan mengakui Dia sebagai Tuhan di atas segala yang dipertuan. Saya tahu, bahwa penggenapan Amanat Agung itu adalah kehendak Allah, karena itu adalah perintahNya dan keinginan hatiNya. Itulah sebabnya saya rindu sekali akan terjadinya hal itu.

Kepercayaan yang sungguh-sungguh

Lebih lanjut, saya percaya sungguh-sung­guh, bahwa Amanat Agung itu akan digenapi karena itu adalah buah pikiran Allah, bukan pikiran manusia. Sudah barang tentu bahwa hal itu bukannya berasal dari pikiran kita. Oleh sebab itu tak masuk akal bagi saya, jikalau Tuhan kita telah memberikan perintah itu tanpa memberi kepada kita perlengkapan-perlengkapan, yang dipertukan untuk melakukan hal itu.

Dapatkah saudara membayangkan Juruselamat kita memberikan hidupNya di atas salib bagi kita, menyuruh kita melakukan Amanat Agung itu dan kemudian mengatakan: "Tuhan memberkati kamu dan semoga berhasil! Bekerjalah sebaik mungkin!" Tidak! Dia memegang segala kuasa di surga dan di bumi, dan berjanji untuk pergi bersama-sama dengan kita memberi kita kuasa untuk menjadi saksi-saksiNya.

Tindakan yang penuh semangat

Dan akhirnya, karena saya membayangkan dengan penuh pengharapan, menginginkan dengan sangat dan sungguh-sungguh percaya akan penggenapan Amanat Agung dalam generasi kita, saya dapat bertindak dengan semangat yang penuh untuk melakukan hal itu dengan menggerakkan diri sendiri dan membantu menggerakkan berjuta-juta orang lain menuju kepada penggenapan amanat itu menjelang tahun 1980.

Kami bersama pada "Campus Crusade for Christ" telah mendapat kesan dari Tuhan untuk percaya, bahwa pada tahun 1980 seluruh bangsa di dunia ini akan mendengar Injil dan berjuta-juta orang akan mengajarkan apa yang diajarkan oleh Yesus. Apakah ini mungkin, naif, terlalu sombong, berani? Sama sekali tidak. Kesan yang kuat dari Roh Kudus, ajaran yang jelas dari Alkitab dan tanda-tanda yang makin nyata dari keadaan-keadaan pada saat ini, telah menyebabkan kami percaya dengan iman, bahwa hal itu akan terjadi.

Tindakan pribadi

Buatlah keputusan dalam hidup pribadi saudara - dalam rumah saudara, lingkungan, kota, bangsa dan dunia di mana saudara berhubungan secara pribadi - atas dasar yang jelas dari Injil, Tuhan ingin agar saudara mempunyai pandangan yang jelas, berkeinginan yang bernyala-nyala, mempercayai dengan sungguh-sungguh dan mengambil tindakan dengan penuh semangat untuk membantu penggenapan Amanat Agung itu.

Mungkin sebagai tambahan bagi pelayanan pribadi saudara, Tuhan menginginkan agar saudara berdoa bagi pegawai-pegawai sebuah pemancar radio atau televisi atau sebuah surat kabar agar menjadi pelopor dalam pemberitaan Injil. Mungkin juga Dia menginginkan agar saudara bekerja bagi Dia di sebuah sekolah tinggi, di sebuah sekolah menengah, sebuah kantor atau suatu kelompok masyarakat. Atau bahwa setiap orang yang tinggalnya dalam jarak satu mil dari rumah saudara, atau setiap rumah di seluruh kota, akan dikunjungi secara pribadi oleh pekerja-pekerja yang sudah dilatih, yang dengan kasih, doa dan pengetahuan akan menceritakan amanat Kristus.

Bahkan hal-hal yang lebih besar

Ingatiah, bahwa pada saat saudara tunduk berdoa, saudara sedang membuka suatu sumber kuasa yang dapat merubah keadaan sejarah. Kuasa Allah yang besar, kasihNya, hikmatNya, dan rahmatNya disediakan untuk saudara, jikalau saudara mau percaya kepadaNya dan minta karunia-karuniaNya itu. Yesus berjanji, bahwa kita akan melakukan mujizat yang sama seperti yang dikerjakanNya dan bahkan yang lebih besar lagi.

Atas dasar teladan yang diberikan oleh Tuhan kita pada waktu Dia masih berada di dunia ini - dan sekarang sebagai perantara kita di takhtaNya dengan Allah Bapa - kita dapat mengambil kesimpulan, bahwa doa adalah hak istimewa yang terbesar dalam kehidupan orang Kristen dan sumber kekuasaan yang paling revolusioner yang dikenal oleh manusia. Jikalau kita sungguh-sungguh memegang janji-janji Tuhan itu dan mulai rnenuntut semua yang telah dijanjikan kepada kita di dalam doa, maka mujizat-mujizat akan terjadi dalam hidup kita, banyak orang akan diperkenalkan kepada Tuhan kita Yesus Kristus, dan jalannya sejarah akan diubah. Dan kita akan melihat Amanat Agung itu digenapi pada tahun 1976 di Amerika Serikat dan di seluruh dunia pada tahun 1980.

Marilah bersama-sama dengan saya berdoa: "Bapa, kami ingat akan peringatan dalam FirmanMu: "Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa." Pada saat ini kami mohon agar diberi kemenangan-kemenangan yang besar, yang telah Engkau janjikan bagi kemuliaanMu kepada semua yang percaya melalui Yesus Kristus Tuhan kami. Kami berdoa di dalam namaNya yang berkuasa. Amin."

Kami sedang meminta kepada Tuhan 5.000.000 teman untuk berdoa yang inau bergabung dengan kami dalam mempercayai doa bagi penggenapan Amanat Agung menjejang tahun 1976 bagi Amerika Serikat dan tahun 1980 bagi dunia. Maukah saudara bergabung dengan kami dalam berdoa kepada Tuhan bagi tuaian agar Dia mengirimkan berjuta-juta murid untuk bekerja dengan gereja-gereja setempat dari semua aliran dan dengan berbagai-bagai gerakan dan organisasi-organisasi yang tujuannya sama dengan tujuan "Campus Crusade for Christ"?

Berdoalah juga untuk pencurahan Roh Kudus bagi seluruh dunia dan uang serta benda-benda yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas yang diberikan oleh Tuhan. Mulailah berdoa setiap hari, sehingga Tuhan mau memakai saudara untuk membawa berkat khusus bagi orang lain; dengan demikian membantu melaksanakan Amanat Agung dalam generasi ini.

1. Jeremia 33:3

2. Kolose 2:9

3. Matius 28:18,20

4. Johanes 14:14

5. Ibrani 4:14-16

6. I Timotius 2:5

7. Johanes 14:6

8. Johanes 14:14

9. Mazmur 66.18

10. Markus 11:25

11. Matius 6:11,12

12. Matius 28:18

13. Matius 28:20

14. Johanes 14:14

15. Matius 21:22

16. Matius 9:29

17. Johanes 14:13

18. Jeremia 33:3

19. I Tesalonika 5. 17

20. Matius 26:41

21. Filipi 4:6

22. I Korintus 14: 15

23. Lukas 18: 1

24. I Timotius 2:2

25. Efesus 6:19


26. Kisa para Rasul 4:29

27. Amsal 15:8

28. Johanes 14:43

29. Jakobus 5-11:18

30. Rom 8: 26,27

31. I Raja-raja 18: 26,27

32, I Johanes 1:9

33. Ibrani: 11:6

34 I Tesalonika 5: 18

35. Filipi 4:6

36. Efesus 1: 15,16

37. Efesus 6:19

38. Johanes 15:7

39. I Johanes 5: 14,15

40. Jakobus 4:2b,3

41. Johanes 14:14

42. Johanes 16:24

43. Matius 7:7,8

44. Matius 21:22

45. Matius 17-20

46. Jakobus1:6

47. Efesus 2:8,9

48. Roma 10:17

49. Matius 21:22

http://www.harapanku.com
Read More......

27 Juli 2008

Berpolitik Demi Rakyat,

Pria paruh baya DR. Ir. Nurdin Tampubolon kelahiran desa Siabalabal, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara 29 Desember 1954, ini setelah sukses berbisnis sebagai pengusaha dengan berbagai karya nyata, ia merambah ke dunia politik.
Tekadnya sebagai politisi ingin berjuang dan mengabdi menyejahterakan rakyat. Anggota MPR RI 2003-2004 ini berhasil meraih kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Sumatera Utara periode 2004-2009.


Dia dinominasikan menjadi Wakil Ketua DPD. Namun dalam pemilihan dia hanya berada dalam posisi kedua dengan meraih 25 suara, diungguli Irman Gusman yang meraih 50 suara. Calon lainnya, Kasmir Tri Putra (23 suara), Malik Raden (14 suara), Bambang Suroso (delapan suara), dan Mediati Hafni Hanum (satu suara). Sementara mewakili wilayah timur, terpilih La Ode Ida.


Sebagai anggota DPD dia konsisten bersikap netral menghadapi Pemilu Presiden. Nurdin menegaskan hal itu usai bertatap muka dengan Megawati Soekarnoputri, calon presiden dari empat partai besar anggota Koalisi Kebangsaan pada Rabu, 25 Agustus 2004 di kediaman Megawati Jalan Teuku Umar 27-A, Menteng, Jakarta.

Dia pun kini dinominasikan berbagai kalangan akan terpilih menjadi Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) mewakili wilayah Barat sekaligus keterwakilan golongan yang mencerminkan pluralisme. Dia memang dikenal seorang yang berjiwa kebangsan dan diterima semua golongan.

Pengusaha sukses pendiri, pemilik, sekaligus chairman & chief executive officer berbagai perusahaan yang tergabung dalam Grup Sonvaldy, ini mulai menampakkan kegesitan meraih sukses semenjak mengundurkan diri dari ikatan dinas di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), di Kuala Tanjung, Asahan, Sumatera Utara di awal tahun 1980-an.

Dia dengan berat hati meninggalkan Inalum, perusahaan patungan Pemerin-tah RI-Jepang yang pernah memberinya kesempatan beasiswa Association Overseas Technical Scholarships (AOTS) Jepang, untuk memperdalam ilmu bidang Electro Mechanical Engineering & Metallurgi selama 15 bulan, ditambah masa bekerja setahun di Sumitomo, Jepang. Anak “Siantar Men” ini mengundurkan diri hanya untuk membuktikan bahwa dia mempunyai kemampuan dan kapasitas lebih serta sanggup bersaing di pasaran.

Tujuannya adalah Jakarta. Jakarta atau Bandung yang mempunyai perguruan tinggi ternama Universitas Indonesia (UI) Jakarta dan Institut Teknologi Bandung (ITB), adalah dua kota rantau idaman Nurdin yang pernah tertunda sebelumnya. Ketika tamat SMA ayahnya, Umar Tampubolon tidak mengijinkannya mengambil kuliah kesarjanaan kecuali setingkat akademi, itupun Akedemi Tekstil di kota Medan.

Alasan ayahnya yang hidup dari bertani dan mengelola sebuah pabrik padi di Siabal-abal, masih ada kakak dan abang Nurdin berstatus mahasis-wa membutuhkan biaya besar. Nurdin, anak ketiga dari sepuluh bersaudara -yang di kemudian hari ke-10 anak bersaudara itu menamatkan pendidikan hingga tingkat sarjana semua, merasa “dipaksa” masuk akademi agar cepat selesai dan langsung bekerja.

Dalam batinnya timbul “pemberontakan”. Sebab dalam keyakinan hati dia merasa mempunyai kesanggupan bersaing memasuki UI Jakarta atau ITB Bandung. Maklum, sepanjang Sekolah Dasar, SMP dan SMA dia selalu juara-juara umum tingkat sekolah. Semenjak SMP minatnya akan soal-soal keteknikan dan teknologi sudah mulai bersemai.

Tanpa sepengetahuan keluarga apalagi ayahnya dia mendaftarkan diri ke Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (FT-USU), Medan, dan diterima. Menginjak kuliah tahun ketiga dia sudah sanggup membiayai sendiri hidup dan perkuliahan dari hasil mem-berikan les dan bimbingan tes di berba-gai tempat. Bahkan, di FT-USU dia diangkat Ketua Bimbingan Tes FT-USU.

Menjelang akhir studi yang sudah empat setengah tahun dijalani masih menyisakan satu tugas akhir, dia memperoleh kesempatan beasiswa dari AOTS Jepang dan bekerja di Sumitomo. Berdasar ikatan dinas, dia harus bekerja di Inalum sepulang dari Jepang di tahun 1981. Kesempatan bekerja di kawasan Sumatera Utara itu dimanfaatkannya untuk menyeselaikan kuliah agar paripurna memperoleh gelar sarjana teknik atau insinyur.

Di Inalum dia sangat disenangi teman-temannya. Nama dia tercatat sebagai salah seorang karyawan pertama bagian produksi yang bekerja di industri peleburan aluminium terbesar di Asia Tenggara, yang baru beroperasi di Kuala Tanjung awal tahun 1980-an itu. “Produksi aluminium pertama Inalum, saya yang kerjakan,” kata-nya bangga. Dia, selain memper-oleh gaji yang relatif cukup besar untuk seorang lajang, Rp 500.000 perbulan ketika itu, ditambah fasilitas rumah dan mobil berikut supir. Tetapi dia meninggalkan semua kemewahan itu sebab merasa belum menemukan cita-cita ideal yang sesungguhnya bisa dicapainya berdasarkan kemampuan dan skill yang dimiliki.

Nurdin mengajukan surat pengunduran diri. “Bos, dan anak buah saya di Inalum waktu saya keluar menangis semua,” kenangnya lagi. “Karena, saya juga kadang-kadang terlalu berani mengambil keputusan.” Konsekuensi mundur adalah dia harus mengganti semua biaya beasiswa yang pernah diterimanya selama di Jepang. Namun, tabungan yang terkuras itu telah berganti dengan selembar surat pengalaman kerja dari PT Inalum yang merekomendasikan dia sebagai karyawan yang “memuaskan”.

Pegawai Negeri

Keputusan berani itulah yang membulatkan tekadnya untuk mencoba menaklukkan rimba Jakarta. Dan sikap itu pula yang mewarnai kehidupannya di kemudian hari. Hari-hari awal di Jakarta diisinya dengan membaca koran, memicingkan mata terhadap setiap bunyi iklan lowongan kerja, lalu mengirim surat lamaran ke berbagai instansi.



Sebuah perusahaan kontraktor, konsultan, dan engineering swasta yang merupakan rekanan Pertamina memanggilnya untuk tes, lalu diterima. Di kemudian hari diketahui perusahaan itu PT Astenica adalah milik Grup Salim.

Dua tahun di sana dirasakannya cukup enjoy bekerja. Akan tetapi, lagi-lagi itu harus ditinggalkan untuk “sekadar” memuaskan permintaan orangtua yang sejak lama menginginkannya harus menjadi pegawai negeri. Kembali, bukti bahwa dia mempunyai track records yang bagus, tuturnya, “Bos saya di Salim juga merasa kehilangan.”

Dia lalu mengajukan lamaran ke berbagai institusi pemerintah dan mengikuti tes, seperti Departemen Pekerjaan Umum (PU), Departemen Pertambangan dan Energi (Deptamben), Perusahaan Listrik Negara (PLN), dan Bank Bumi Daya (BBD). Uniknya, semuanya bersedia menerimanya sebagai pegawai. Karena harus memutuskan salah satu maka dia pilah-pilah. Di PU dia tolak padahal sudah harus berangkat ke Sorong, Irian Jaya sebab tiket dan segala macam fasilitas sudah disediakan. Di kepalanya masih terngiang kuat keinginan menaklukkan rimba Jakarta.



Dengan alasan sama tidak bersedia tugas ke luar kota panggilan dari PLN pun ditolaknya. Pilihan akhirnya jatuh ke Deptamben dengan pertimbangan sebab dia akan bisa bekerja sampingan untuk memanfaatkan potensi maksimal yang dimiliki. Bank Bumi Daya sebelumnya juga ditolak sebab jadwal kerja perbankan tidak memungkinkannya untuk melakukan pekerjaan sampingan.

Di Deptamben dia dimasukkan di Bagian Perencanaan Program, Direktorat Jenderal Listrik dan Pengembangan Energi (LPE). Dia mulai mengikuti prajabatan tahun 1984. Hanya dalam tempo satu tahun dia langsung dipromosikan menjadi pejabat Kepala Seksi Evaluasi Pembangunan dan Perencanaan Kelistrikan Nasional, Ditjen LPE, golongan III-C dan pangkat Eselon-IV. Sehingga, untuk memenuhi persyaratan adminitratif kepegawaian pejabat kepala seksi setiap dua tahun sekali golongan dan kepangkatannya dinaikkan oleh atasannya.

Beberapa kesempatan training ke luar negeri dijalani. Seperti selama lima bulan ke Italia mengikuti pelatihan UNDP (United Nation Development Program). Romantisme perjalanan hidup di Italia ditorehkannya dengan memberi anak keduanya nama Valentino. Lengkapnya Dimpos Diarto Valentino Tampubolon lahir ketika dia sedang berada di Italia.

Sambil bekerja sebagai pegawai Deptamben dia memanfaatkan waktu luang mengajar atau menjadi dosen di Universitas Tujuh Belas Agustus (Untag) Jakarta maupun UPN Veteran. Termasuk sebagai pekerja paruh waktu di sebuah perusahaan swasta milik Yudo Sugama, anak Kabakin ketika itu Yoga Sugama. Dengan segala kesibukan dan prestasi yang diraih batinnya kembali mulai berbisik, “Saya merasa, kayaknya saya bisa bersaing di luar.”

Semua menjadi berbalik ketika di tahun 1988 dia memutuskan mengundurkan diri dari Deptamben. Peristiwa ini dirasakannya sangat berat sebab banyak tantangan. Dari keluarga, sahabat, dan sesama kolega termasuk atasan di Deptamben yang masih menawarkan fasilitas dan program menggiurkan agar betah bekerja dan tidak jadi keluar.

Bukan hanya menertawakan, ada pula yang menganggap dia ‘sudah lari uratnya’. Opini di lingkungan keluarga mulai terbentuk, ‘orang berani menyogok besar-besar asal masuk menjadi pegawai negeri. Ini, malah ditinggalkan’. Ayahnya terbang dari Medan hanya untuk mengadakan rapat keluarga membahas dan mempertanyakan keputusan terbaru Nurdin.

Istrinya sendiri, Berliana br. Tobing termasuk yang tidak setuju. Dalam dialog diantara keduanya. “Ini, apalagi yang mau dicari. Sudah kepala seksi, golongan III-C, masih muda, kok, ditinggalkan. Orang berlomba menjadi pegawai negeri, bahkan menyogok pun mau, kenapa Anda tinggalkan,” gugat istrinya yang ketika itu telah memberinya tiga orang anak. “That’s way my way, saya harus coba dulu di luar. Saya melihat di pegawai negeri begitu-begitu saja. Jadi, saya coba dulu berusaha” elaknya singkat. “Tapi, kerjaan ‘kan belum ada,”. “Yah, kita berusahalah bagaimana caranya.” Dialog malam itu berakhir putus dengan kesepakatan bahwa keduanya sama-sama tidak sepakat.

Nurdin meyakinkan diri sendiri bahwa dia mampu membangun usaha. Dia lalu mulai membangun bisnis. Pilihannya jatuh ke bisnis berbasis teknologi canggih atau hi-tech (high technology). Pengalaman bekerja di Inalum menangani aluminium membuat ilmunya merasa pas di situ, terutama saat bekerjasama sebagai mitra PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), kini PT Dirgantara Indonesia (DI). Industri pesawat terbang ini menggunakan banyak material aluminium.

“Jadi, saya pilih di sana, kebetulan cocok,” cetusnya. Bendera usaha yang dibangunnya adalah PT Sonvaldy Utama Permata. Sonvaldy, singkatan tiga nama anak pertamanya. Son dari anak pertama Sondang, Val dari anak kedua Valentino yang lengkapnya Dimpos Diarto Valentino, dan Dy dari nama anak ketiga Randy. Sementara kata Utama Permata adalah terjemahan dari konsep orang Batak tentang anak dimana anak adalah segala-galanya atau, anakhonki do hamoraon di ahu.

Demi Rakyat

Sonvaldy Utama Permata kini berubah menjadi holding company setelah berhasil melahirkan berbagai anak perusahaan baru. Cakupan usaha beraneka ragam dari hi-tech, perdagangan, hingga perkebunan kelapa sawit dan perkayuan. “Sampai sekarang perkebunan kita sudah luas,” katanya ringkas.

“Dan, karena saya melihat, dari segi perusahaan juga sudah mulai berkembang, maka, saya inginnya sekarang bagaimana mensejahterakan masyarakat banyak. Itulah target utama saya sekarang, kalau masih diperlukan,” cetus mantan kandidat calon gubernur Sumatera Utara pada pemilihan 2003.

Mensejahterakan masyarakat. Itu sudah dimulai Nuridn dari perusahaan yang kini telah menghidupi ribuan orang karyawan, belum termasuk anggota keluarga karyawan. Konsep mensejahterakan rakyat itu dirumuskannya menjadi visi perusahaan. Visi Sonvaldy, menurutnya, harus menjadi perusahaan yang bisa dibanggakan oleh bangsa. Dan, bersamaan itu Sonvaldy juga harus bisa memperoleh pengakuan internasional. Dalam desainnya perusahaan ini harus bisa menyumbang devisa, menampung tenaga kerja, membayar pajak ke pemerintah, dan mampu mengekspor produk-produk yang dihasilkan.

Ikhtiar Nurdin menyejahterakan masyarakat tidak berhenti di situ. Bermodalkan track records sebagai pengusaha sukses yang telah menghasilkan karya nyata dalam proses pembangunan bangsa, dia mulai memasuki area publik yang lebih luas. Sejak Desember 2003 dia adalah anggota MPR RI mewakili propinsi Sumatera Utara.

Di awal tahun 2003 atas saran dan permintaan teman-temannya sesama alumni FT-USU dia mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara periode 2003-2008, sayang belum berkesempatan terpilih. Nurdin adalah Ketua Ikatan Alumni FT-USU se Jabotabek.

Walau demikian dia tetap berikhtiar mensejahterakan masyarakat banyak, terutama rakyat Sumatera Utara. Dia semakin intens memasuki wilayah politik. Pada Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 5 April 2004, sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dia muncul dengan jargon menarik: Pembangunan dari Rakyat, oleh Rakyat, dan untuk Rakyat. Hasilnya adalah kemenangan suara terbesar kedua.

Nurdin ingin agar pembangunan kokoh maka harus berbasis sumberdaya lokal. Artinya, memanfaatkan segala sesuatu yang memang dimiliki oleh masyarakat Sumatera Utara. Seperti, basis pertanian dan pariwisata. Yang melaksanakan pembangunan harus pula orang lokal yaitu masyarakat yang ada di Sumatera Utara.

“Dengan demikian, tujuan pembangunan yaitu menjadikan masyarakat Sumatera Utara aman sejahtera dan tuan rumah di negerinya sendiri, menjadi bisa tercapai,” ujar penerima gelar doktor kehormatan (honoris causa) dari sebuah perguruan tinggi dari Amerika Serikat tahun 1999. Sebelumnya, Desember 1997 pengagum Presiden Amerika Serikat George W Bush dan Presiden RRC Xu Rongji memperoleh penghargaan sebagai ASEAN Development Citra Awards dari ASEAN Programme Consultant Indonesia Consortium

Strategi Pembagunan Berbasis Sumberdaya Lokal

Untuk mengetahui lebih lengkap visi dan misi pengabdiannya membangun Sumatera Utara demi mensejahterakan masyarakat banyak, berikut petikan wawancara TokohIndonesia.Com dengan DR. Ir. Nurdin Tampubolon, Chairman & CEO Sonvaldy Group, di suatu malam di kantornya di Jalan Cempaka Putih Timur Raya No. 5, Jakarta Pusat.

Anda adalah anggota MPR RI mewakili Sumatera Utara. Apa saran Anda untuk pembangunan di Sumatera Utara?

Kita sarankan ke Pemda hingga ke tingkat bawah, bahwa prioritas pembangunan harus melaksanakan pembangunan di segala bidang. Pertama, pembangunan di bidang ekonomi haruslah meningkatkan perekonomian masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

Kemudian kedua, pembangunan di bidang sosial budaya harus betul-betul menjadi prioritas pula mengingat Sumatera Utara terdiri beragam suku. Begitu plural sehingga kita harus hidup harmonis dalam keberagaman, harus saling menghormati, saling menghargai dan menyatu supaya kehidupan di Sumatera Utara betul-betul kondusif. Ketiga, membangun keamanan dan stabilitas karena hanya di tempat yang stabilitasnya terjaga kita bisa melaksanakan pembangunan. Tiga aspek ini harus ditangani pemerintah secara serius.

Anggota Dewan dan Eksekutif di Sumatera Utara mulai menuntut agar BUMN turut berpartisipasi membantu pembangunan, apakah itu juga masuk dalam program Anda?

Itu salah satu. Tetapi yang terpenting yang akan kita tuju adalah, bahwa pembangunan itu harus kita jalankan berbasis pada sumberdaya lokal. Jadi, sebelum membuat konsep pembangunan kita harus melihat dahulu apa saja kendala yang ada di Sumatera Utara, apa nilai plus dan minusnya, dan apa rencana ke depan.

Sumberdaya lokal yang dimiliki rakyat, itulah yang akan kita kembangkan. Karena itu, saya sebut “Pembangunan dari Rakyat, oleh Rakyat, dan untuk Rakyat”. Dari rakyat maksudnya, apa saja sumberdaya lokal yang dimiliki oleh rakyat, misalnya pertanian, pariwisata dan lain-lain. Oleh rakyat maksudnya, harus rakyat itu sendiri yang melaksanakan pembangunan bukan orang luar. Kemudian, untuk rakyat maksudnya bahwa hasil pembangunan itu ditujukan untuk kemakmuran rakyat.

Lalu, apa saja strategi Anda untuk menjalankan pembangunan yang berbasis pada kerakyatan tersebut?

Strategi pembagunan yang berbasis sumberdaya lokal adalah dengan mengembangkan agrobisnis dan agroindustri. Hanya itulah yang dimiliki oleh rakyat Sumatera Utara, selain pariwisata. Karena, kita juga mempunyai Danau Toba, Berastagi, Nias, dan Pantai Cermin.

Pemerintah, saran saya harus membuat Segilima Emas Pariwisata di Sumatera Utara. Mulai dari, pertama Tanah Karo, kedua Parapat, ketiga Samosi, keempat Nias, dan kelima kembali ke Pantai Cermin. Kalau ini dibangun, maka, tidak ada lagi perbedaan kita dengan kondisi pariwisata di Hawai, Amerika Serikat, atau di Perancis Selatan. Semua Segilima Emas itu akan mendatangkan devisa yang besar ke Sumatera Utara karena kita kaya akan pariwisata.

Dari segi agroindustri kita mempunyai sumberdaya lahan dan manusia. Jika itu dibangun, maka sumberdaya manusia Sumatera Utara yang ada di luar akan kembali sebab telah tersedia lapangan kerja. Kita menjadi bisa mengekspor beras, sayur-sayuran, buah-buahan, dan lain-lain.

Agar bisa mengakomodasi konsep pembangunan tersebut, menurut Anda, seperti apa tipe pemimpin yang dibutuhkan di situ?

Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang mempunyai kapabilitas membangun, mempunyai visi dan misi ekonomi yang bagus, dan yang terpenting dia harus sudah mempunyai experience atau pengalaman dalam pembangunan.

Kemudian, dia juga harus benar-benar acceptable sebab masyarakat Sumatera Utara sangat plural. Selain itu dibutuhkan pemimpin yang harus keras dan fleksibel sebab umumnya masyarakat Indonesia, demikian pula Sumatera Utara masih berpendidikan rendah. Artinya, hukum belum betul-betul bisa diikuti dengan bagus.

Apakah menurut Anda pemimpin itu tidak perlu mampu memberantas KKN atau Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme?

Oh… harus. Pemimpin itu juga harus bisa memberantas KKN. Korupsi harus diberantas dengan clean government, pemerintahan yang bersih; Kolusi dilawan dengan transparansi, keterbukaan; Dan nepotisme dilawan dengan profesionalisme.

Untuk bisa mencapainya, publik harus bisa melaksanakan pengawasan terhadap pemerintah. Jadi, pemerintah harus membuat public control yang melibatkan publik, dunia pendidikan, pers, dan LSM. Jika nanti masih ada korupsi maka publik langsung membukanya agar timbul budaya malu. Dengan demikian tidak akan terjadi lagi KKN, atau hingga seminimal mungkin.

Menurut Anda, mana rekrutmen politik terbaik untuk bisa menemukan pemimpin yang diidamkan tersebut?

Selama ini rekrutmen politik yang ada Sumatera Utara lebih cenderung karena pemimpin itu mempunyai jalur premanisme, ikatan pemuda, dan lain-lain. Rekrutmen itu tidak didasarkan pada segi kemampuan pembangunan. Padahal, yang bisa merasakan pembangunan umumnya adalah orang yang sudah pernah bergelut di bidang pembangunan.

Di Amerika Serikat, contohnya, mereka memilih Senator atau Presiden adalah bekas pengusaha karena dia sudah larut dan inheren dalam proses itu. Bagaimana mungkin saya sebagai birokrat, misalnya, bisa mengadakan negosiasi dengan CEO sebuah perusahaan raksasa kelas multinasional, imposibel itu. Atau, bagaimana negosiasi seorang jenderal dengan seorang pengusaha, kan tidak kena. Jadi, seorang leader gubernur atau presiden haruslah orang yang pernah melakukan pembangunan sebab dia telah merasakan sehingga kena dia.

Bisakah Anda ulangi dan pertegas lagi, deskripsi dan makna Pembangunan dari Rakyat, oleh Rakyat, dan untuk Rakyat yang Anda maksud?

Begini. Pembangunan berbasis sumberdaya lokal artinya, sumberdaya apa yang dimiliki rakyat di suatu daerah itulah yang dibangun. Yang membangun adalah rakyat itu sendiri, dan hasilnya ditujukan kepada mereka. Faktor eksternalnya, pemerintah hanya sebagai to steer not to row, tidak melaksanakan. Pemerintah tinggal memberitahu bagaimana cara bekerja yang lebih efisien, efektif, dan produktif. Pemerintah bersama dunia usaha sifatnya hanya membantu agar rakyat bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

Misal sumberdaya lokal Sumatera Utara adalah pertanian: bagaimana cara bertani yang benar agar produksi bagus dan berdaya saing global. Artinya, produktivitas mereka haruslah sama dengan produktivitas di Thailand, Israel, Malaysia, Vietnam, maupun negara agraris lain. Standar itu harus dibentuk. Pemerintah harus menyiapkan fasilitas agar produktivitas rakyat sama seperti di luar negeri.

Seperti, menyiapkan sumber informasi manajemen system tentang pengolahan pertanian. Lalu, menyiapkan sentra-sentra atau Kapet-Kapet (Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu) untuk memasarkan produk pertanian, sehingga produk itu harganya tinggi dan berdaya saing global. Dengan demikian rakyat dirangsang untuk berproduksi sebab tidak akan ada lagi kesulitan menjual produk. Di sisi lain mulai terbangun suatu sistem yaitu suatu sistem yang produksi

Kendalanya sekarang, bagaimana mungkin rakyat bisa berproduksi jika pengairan saja tidak dibangun oleh pemerintah. Rakyat, saat menjual produk pun masih dengan sistem tengkulak. Sebab, meski rakyat punya lahan kopi tapi mereka tak bisa menjualnya karena pemerintah tidak mau tahu dengan penyakit mereka, tidak mau tahu dengan kesulitan yang rakyat alami. Kalau pemerintah memfasilitasi pemasaran, tekonologi produksi, hingga sumber pembiayaan atau financingnya saya yakin rakyat akan berproduksi optimal.

Tentang pembangunan Segilima Emas Pariwisata itu, selama ini hal tersebut justru terabaikan padahal potensial menghasilkan devisa, pendapat Anda?

Sumberdaya lain Sumatera Utara adalah pariwisata. Tentang segilima emas tadi, begitu wisatawan asing maupun domestik tiba di Medan langsung dibawa ke Berastagi. Dari Berastagi dibawa lagi ke Parapat, dari Parapat dibawa ke Samosir, dari Samosir dibawa naik pesawat ke Nias, dari Nias dibawa lagi ke Pantai Cermin, dan dari Pantai Cermin wisatawan itu pulang ke mana dia mau atau ke negara asalnya.

Apakah itu mungkin, mengingat di Sumatera Utara waktu berkunjung wisatawan rata-rata rendah, atau, bagaimana menurut Anda cara untuk menaikkannya?

Hal itu terjadi karena belum tersedia fasilitas pariwisata di Sumatera Utara. Wisatawan itu, dari Berastagi dia kembali lagi ke Medan sebab Berastagi tidak difasilitasi aroma pariwisata seperti hotel, masakan, dan hiburan tidak punya.

Kemudian, akses dari satu tempat pariwisata ke tempat lainnya tidak professional. Wisatawan itu sendiri yang harus mencari tahu bagaimana jalan ke Parapat, misalnya, sebab tidak ada organism tourist. Pun, masyarakat sekitar lokasi wisata tidak ernah berpikir bagaimana agar wisatawan lebih betah lama tinggal di Sumatera Utara sehingga duitnya ikut tinggal di sana.

Jadi, karena tidak ada akses antar lokasi wisata, fasilitas wisata yang terbatas, dan masyarakat yang bukan masyarakat pariwisata sebab head attitude atau tabiat mereka bukan masyarakat wisata, maka, akibatnya wisatawan merasa asing berada di situ. Untuk itulah perlu dibangun sentra wisata segilima emas, lalu dipromosikan ke dalam maupun luar negeri, dan saya yakin kita akan mendapatkan devisa yang besar untuk Sumatera Utara.

Jika di Sumatera Utara dalam sebulan saja terdapat 100.000 wisatawan asing, yang menghabiskan uang rata-rata 500 dolar AS dalam 10 hari perjalanan, padahal angka itu masih terlalu kecil menurut saya, maka, hasilnya adalah memperoleh devisa 50 juta dolar AS atau Rp 500 miliar setiap bulan. Agar wisatawan bisa bertahan lebih lama harus diciptakan suasana segilima emas: kalau belum mengunjungi lima point-point segilima emas maka rasanya belum puas berkunjung ke Sumatera Utara.

Jadi, kalau wisatawan itu satu hari saja di Tanah Karo, dua hari di Parapat, dua hari di Samosir, tiga hari di Nias sebab Nias adalah tempat berselancar terbaik kedua di dunia, satu hari di Pantai Cermin, itu semua sudah mencapai 10 hari. Nilai tambah lain bagi masyarakat daerah wisata adalah pembelian souvenir, hotel, makanan dan lain-lain yang akan sangat signifikan terhadap perekonomian Sumatera Utara. Seperti di Perancis selatan, kebetulan saya sudah pernah ke sana, mulai dari Toulose, ke Nice, hingga Monaco dan segala macam orang bisa betah di sana sampai 20 hari berlibur. Padahal, panorama Sumatera Utara masih jauh lebih bagus dibanding Perancis.

Adakah mekanisme yang baik untuk mewujudkan Segilima Emas Pariwisata dimaksud?

Sumatera Utara kalau dibangun secara benar dan KKN diminimalkan penghasilannya besar. Sebab kita mempunyai BUMN seperti perkebunan, pertambangan, tenaga listrik, dan lain-lain. Itu sangat besar. Kalau pemerintah mempunyai rencana, sebagian dana dari pendapatan itu bisa dialokasikan untuk membangun pariwisata secara bertahap. Saya kira itu tidak akan menjadi masalah.

Pemerintah Daerah bisa membentuk BUMN baru sebagai pengelola pariwisata Sumatera Utara. Atau, pemerintah membuat suatu rencana masterplan pariwisata, ditawarkan ke investor untuk membangun fasilitas wisata yang dibutuhkan. Kepada investor itu Pemerintah memberikan fasilitas untuk mempermudahnya melakukan pembangunan, misalnya kemudahan perizinan, pajak, akses terhadap jalan yang akan dibangun, ketersediaan lahan, menciptakan iklim yang kondusif, serta dibantu pinjaman dari Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPDSU).

**********************
Pertanian Indonesia yang tertinggal sering diperbandingkan dengan Thailand. Dimana letak permasalahan yang sesungguhnya?

Pendapatan Thailand dari agroindustri sangat besar. Mereka terbesar di Asia Tenggara. Tetapi jangan silap, pendapatan itu lebih besar disumbang oleh pariwisata. Jadi, kalau pendapatan pertanian Thailand dari agroindustri 100, maka sumbangan pariwisatanya adalah 70. Ada jutaan wisatawan yang masuk ke Thailand setiap tahun. Masyarakat mereka juga sudah memiliki budaya wisata yang pas. Agroindustrinya sudah tidak lagi dibina oleh pemerintah, melainkan oleh masyarakat langsung. Tapi, subsidi dan pemasaran masih oleh pemerintah.

Bukankah adalah fakta, bahwa tingkat produktivitas lahan Sumatera Utara sangat rendah?

Karena itulah mari kita kembali ke sikap awal, memberdayakan masyarakat lokal untuk meningkatkan kersejahteraan agar mereka aman sejahtera dan tuan di negeri sendiri. Yang pertama-tama harus dilakukan adalah men-justifikasi apa saja permasalahan di daerah-daerah. Permasalahan di masing-masing daerah berbeda dengan daerah lain. Kemudian carikan jalan keluarnya.

Kalau masalahnya adalah tidak ada sumber air tapi memiliki lahan pertanian, maka segera bangun irigasi agar bisa melayani rakyat. Kalau rakyat kesulitan memasarkan produk maka pemerintah harus membelinya, lalu jual, atau buka sentra-sentra ekspor maupun pasar lokal supaya produk rakyat itu terpasarkan. Kalau iklim tidak kondusif karena perbedaan budaya ‘a’ dengan budaya ‘b’ sehingga tidak bisa berproduksi secara kompak, itu juga harus diselesaikan. Pembangunan sosial budaya diperlukan agar kita bisa hidup harmonis dalam segala keberagaman yang ada.

Jadi pecahkan permasalahan mereka: apa yang membuat mereka tidak berproduksi, atau mengapa produktivitasnya rendah. Kalau teknologi bercocok tanam atau bibit yang tidak cocok, pemerintah harus segera mencari tahu bibit dan teknologi apa yang tepat untuk mereka. Jangan pula teknologi mengurangi kerajinan atau menciptakan pengangguran baru. Penggunaan teknologi haruslah membantu kerajinan agar mereka lebih efektif, efisien, produktif, dan tidak bertentangan dengan budaya lokal. Kita inginkan teknologi yang semakin menguatkan budaya supaya warnanya tetap Sumatera Utara.

Lalu, apa sih perbedaan mendasar antara produktivitas kita dengan Thailand?

Jika produktivitas lahan kita saat ini masih empat ton padi sementara Thailand sudah delapan hingga sepuluh ton, saya percaya lahan kita bisa produktif seperti Thailand. Sebab, apa bedanya lahan kita dengan mereka toh sama-sama tanah. Cuma, rakyat di sana sudah dirancang untuk berproduksi. Petani Thailand bisa membeli mobil dari hasil pertanahannya, sekolahkan anak, makan di restoran, liburan segala macam. Dia akan merasa rugi jika tidak mengusahakan tanahnya.

Kita tidak bisa berproduksi optimal karena kendala-kendala tadi. Support dari pertaniannya tidak ada, demikian pula support dari pemasaran. Contoh, di Tarutang ada kopi namanya “Kopi Sigarar Utang” harganya rendah sekali. Kalaupun dipanen, biaya panen sudah lebih mahal dari harga kopi, karena tengkulak-tengkulak sudah menunggu. Akhirnya mereka menghentikan penanamannya.

Mungkin masih ada ketidaksamaan paham antara masyarakat dan pemerintah dalam hal ini?

Rakyat dan pemerintah harus satu, persepsi harus sama: apa yang dimiliki pemerintah, apa yang dimiliki rakyat digabung bersama-sama untuk menciptakan produk yang berdaya saing global, berdaya saing tinggi, dan dengan harga tinggi pula.

Harga kol satu kilo di tanah Karo mungkin hanya Rp 100, tetapi di Singapura sudah 5 dolar. Saat ini kol masyarakat lebih baik busuk karena pemasarannya tidak tersistem. Jadi, dia berproduksi, pasarkan sendiri, bawa ke Medan, sampai di sana sudah busuk. Atau, pemasaran tidak tersistem sengaja diciptakan oleh saingan sehingga kol-kol mereka busuk. Kasihan rakyat yang disana.

Jika dilihat di Thailand, sistem mereka sudah dibangun dengan basis ekonomi rakyat atau sumberdaya lokal. Petaninya tinggal berproduksi, pemasaran bukan urusan mereka. Teknologi atau sumber informasi dihadirkan untuk menciptakan produktivitas tinggi. Lahan satu hektar di Indonesia hanya bisa menghasilkan empat ton padi padahal Thailand sudah sepuluh ton.

Dengan effort yang sama saya bisa mendapat empat ton sementara di Thailand sepuluh ton, berarti saya menjual empat ton padi dengan harga sepuluh ton, ‘kan sudah sangat berbeda, ada delta di sana. Kemudian, di sisi lain Thailand tidak sulit memasarkan. Dari produktivitas dia sudah memperoleh keuntungan besar. Kalau di sana harga Rp 2.800/kg untuk sepuluh ton dia sudah dapat Rp 28 juta, sementara saya yang empat ton hanya dapat uang Rp 10 juta kalau harganya Rp 2.500/kg.

Produk agroindustri Thailand seperti jambu, durian, pepaya dan segala macam dari satu lahan yang sama produktivitas dan kualitasnya juga berbeda. Kenapa, karena asupan-asupan teknologi sudah sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman. Tanaman berproduksi sudah sesuai dengan optimalisasi yang dimiliki yaitu lebih cepat berbuah, lebih besar, dan berkualitas bagus

Apakah pembangunan berbasis sumberdaya lokal ikut Anda agendakan saat mencalonkan diri sebagai Gubernur Sumatera Utara beberapa waktu yang lalu?

Iya, jelas, jelas makanya sampai di tahap akhir saya masih ikut bertarung walau ada permainan politik di situ. Masalahnya adalah saya bukan orang partai.

Agenda kita mensejahterakan rakyat hanya dengan cara itu, menghidupkan agroindustri dan agrobisnis karena rakyat kita 85 persen hidup dari pertanian atau pedesaan. Berarti pertanian itu yang harus dibangun. Sejarah pun menunjukkan nenek moyang kita dahulu sumber pendapatannya dari pertanian. Sekarang, bagaimana cara agar pertanian lebih efektif, lebih efisien, lebih cepat berproduksi dengan kualitas bagus. Itu yang harus dipikirkan oleh pemerintah. Pertanian adalah inti perekonomian kita.

Apa saja bentuk konkrit agenda Anda yang disampaikan ketika itu?

Kalau saya jadi gubernur, ketika itu saya katakan, sekolah-sekolah akan saya bangun dengan berbasis teknologi pertanian, kalau dia sekolah teknik. Kalau dia sekolah ekonomi, ekonomi pertanian. Atau, sekolah apapun dia akan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pertanian dan pariwisata.

Kita harus lihat sepuluh, dua puluh, limapuluh hingga seratus dan limaratus tahun ke depan. Kalau kita gagal membangun teknologi pertanian di Indonesia maka kita akan semakin terpuruk. Sejarah menunjukkan, Thailand maju karena pertanian, Malaysia maju karena pertanian, Vietnam juga begitu. Negara maju seperti Inggris Perancis mereka maju karena pertaniannya maju, dari hasil pertanian itulah mereka membangun dan mengembangkan teknologi atau industri lain karena mereka sudah mempunyai duit, basis, based load. Tapi pertanian mereka tetap kuat sebagai basic.

Kenapa hasil industri pertanian luar lebih murah daripada hasil pertanian Indonesia, itu karena industri pertanian kita produktivitasnya sangat rendah dan berbiaya sangat tinggi. Kalaupun kita bersaing harga kita sudah terlalu mahal. Produk industri mereka masuk ke Indonesia lebih murah jadinya.

Belum lagi kita membuat over valued exchange rate, dimana kurs yang kita pakai ditetapkan oleh pemerintah sehingga over valued. Jadi kurs belum bebas bergerak sehingga ekspor kita menjadi terhambat. Produksi dalam negeri menjadi mahal sementara produksi luar lebih murah karena pemerintah harus bayar selisih kurs dolarnya. Kita menjadi negara yang membohongi produk kita sendiri. Selama zaman Orde Baru berlaku over valued exchange rate, pemerintah membayar untuk selisih kurs.

Ada persepsi di kalangan pemerintah maupun rakyat bahwa pertanian tidak mempunyai masa depan, komentar Anda?

Yah… sekarang ini kan pimpinan kita sedang sibuk dengan politik-politik-nya, sibuk dengan partainya, sibuk memperjuangkan golongannya, sibuk mempengaruhi rakyat dengan membagi-bagi duit melalui jaring pengaman sosial, raskin dan segala macam. Ini ‘kan hanya bahasa yang diperhalus untuk memikat hati rakyat. Tapi itu short therm, jangka pendek sekali untuk mempengaruhi rakyat supaya golongan inilah yang dikatakan bagus. Itu tidak murni memperjuangkan rakyat. Yang kita mau ‘kan berkelanjutan.

Masyarakat tidak diberikan suatu harapan yang pasti, misalnya melalui sejumlah pembinaan dan fasilitas, bahwa aktivitas produksi yang mereka lakukan akan bisa membiayai hidupnya yang lebih terjamin. Itu sebab, dari daerah pertanian semua berlomba ke kota. Sumberdaya manusia yang di desa, tanpa bermaksud mengecilkan mereka, adalah SDM yang kelas dua kelas tiga kelas empat. Padahal, yang bisa melakukan percepatan akselerasi needs atau kebutuhan mereka yang berjangka panjang adalah SDM yang berkualitas.

Ini harus diubah. Elit-elit politik harus mementingkan kepentingan rakyat, generasi penerus itu mau ke mana supaya bisa berdaya saing tinggi. Karena daya saing kita adalah daya saing global. Orang yang di Parongi sana bukan lagi berdaya saing dengan orang di Garoga, melainkan dengan orang di Malaysia, Thailand, Jepang.

Namun, kita juga harus sepakat bahwa kalau mau membangun maka semua harus dibenahi. Fasilitas dan gaji aparat pemerintah harus mencukupi. Kalau BUMN, perusahaan-perusahaan daerah, atau sumber-sumber penghasilan daerah dikelola dengan benar tanpa dikorupsi maka gaji dan insentif pegawai negeri akan bisa memberi mereka hidup yang cukup.

Jika itu telah terjadi, sistem pembangunan masyarakat pedesaan yang telah menemukan permasalahan, solusi berikut implementasinya bisa dilaksanakan. Langkah selanjutnya adalah menegakkan supremasi hukum. Pengawasan eksternal berupa pengawasan publik di semua tingkatan harus melibatkan LSM, dunia pendidikan, pers dan masyarakat. Jika masih ditemukan suatu penyelewengan maka publik langsung membuka kasusnya ke masyarakat untuk menimbulkan budaya malu. ‘Di sini ada korupsi Rp 100 juta’, atau Rp 10 juta, dibuka.

Untuk menjalankannya tentu dibutuhkan pemimpin yang bukan hanya berkualitas namun juga sudah berpengalaman dalam pembangunan. Syarat apa lagi yang dibutuhkan pemimpin di Sumatera Utara, menurut Anda?

Kendalanya sekarang, apakah bupati atau gubernur punya sense of business mengelola sumberdaya yang ada di daerahnya. Kalau dikatakan mereka mengerti, berarti sesungguhnya sudah harus tidak ada lagi di sana kecemburuan sosial atau pengangguran. Sebab, mereka sudah harus bisa mengalokasikan semua sumberdaya yang ada, yaitu manusia, alam, financing, penghasilan atau industri-industri dan pendapatan asli daerah (PAD) yang bisa mereka raup. Jika itu mereka optimalkan otomatis aspek bisnis yang ditumbuhkembangkan akan produktif.

Sekarang ada beberapa aspek yang harus kita soroti: apa penyebab perekonomian tidak bisa jalan. Ternyata, sebagai contoh, untuk menjadi bupati saja dia harus mengeluarkan uang miliaran rupiah, demikian pula untuk menjadi calon anggota legislatif (Caleg). Sehingga, setiap orang yang masuk ke sana sudah pasti mencari cara bagaimana mengembalikan uangnya itu.

Supaya misi pemerintahan betul-betul bisa diimplementasikan, aspek bisnis pemerintahan bisa jalan, maka orang yang masuk ke sana haruslah orang-orang yang tidak lagi mencari duit sehingga dia tidak perlu memikirkan korupsi. Kalau dia masuk ke dalam sana harus bayar Rp 50 milyar, atau dia titipan sponsor, maka dia harus kembalikan uang atau jasa sponsor tersebut.

Jika menjadi eksekutif harus mengeluarkan uang untuk mencari uang, konsep DPD bisakah menghapus fenomena tersebut?

Ini permasalahannya. Dan kalau ini bisa dieliminir secara perlahan-lahan akan menghasilkan suatu percepatan untuk pencapaian tujuan pembangunan. Produktivitas kita merendah paling banyak karena korupsi. Mereka tidak memikirkan apa yang diinginkan oleh rakyat. Apakah itu di pemerintahan kabupaten, propinsi, apakah mereka itu bupati, walikota, gubernur sebab mereka telah menganggap dirinya sebagai raja-raja kecil di daerah. Bukan menganggap dirinya melayani dan memberikan kesejahteraan kepada rakyatnya.

Dengan adanya sistem DPD sekarang, maka seharusnyalah bisa diperoleh DPD yang mempunyai visi membangun, punya sense of business, dan sudah memiliki wawasan nasional dan internasional agar dia lebih mudah membawa daerahnya go nasional maupun go internasional. Dalam forum-forum tertentu dia bisa melihat apa yang menjadi kepentingan daerahnya. Tetapi kalau DPD yang dihasilkan masih tetap yang itu-itu maka hasilnya pun begitu-begitu saja. Sebab apa yang bisa dia buat. Ini permasalahannya yang membuat rakyat akan semakin pesimis. Dengan adanya DPD sedikit banyak pasti akan ada perubahan. Tapi apakah rakyat tahu siapa yang lebih pas didudukkan untuk mewakili daerahnya.

Apakah itu sesuai dengan isu yang pernah Anda lontarkan dahulu, bahwa calon gubernur atau pejabat publik haruslah orang yang sudah mapan secara ekonomi?

Memang, harus sudah begitu. Di Amerika Serikat tidak bisa seorang gubernur kalau dia miskin, atau tidak mempunyai karya nyata dalam membangun. Tidak bisa seorang rakyat biasa, kalaupun dia punya pengaruh sebagai pimpinan organisasi, tiba-tiba menjadi gubernur. Harus dia punya duit. Duitnya itulah yang dipakai untuk membangun daerahnya, bukan untuk korup.

Sebab seorang gubernur harus sudah siap untuk mengabdi kepada rakyat, bukan memperkaya diri. Demikian pula untuk DPD. Dipilihlah orang yang mempunyai integritas, visi membangun, benar-benar bisa membawa aspirasi rakyat dan memperjuangkannya untuk dilaksanakan oleh pemerintah.

Agenda Anda terdekat adalah bertarng berebut kursi DPD. Apa yang akan Anda lakukan kelak jika terpilih?
Kalau saya menjadi DPD saya akan membuat Tromol Pos pengaduan, misal namanya Nurdin Center. Setiap ada pengaduan masyarakat masukkan ke situ. Begitu saya baca langsung saya sampaikan ke publik. Jadi, minimal pemerintah tergelitik jangan macam-macam. DPD itu jangan jadi temannya pemerintah untuk korupsi, kolusi dan nepotisme. Kita harus benar-benar di rakyat, sebab kita adalah sparring partner pemerintah bukan teman untuk berkorupsi dan berkolusi. Kalau pemerintah salah dalam melaksanakan pembangunan, buka melalui Tromol Pos. Saya akan lakukan itu.

Itulah tugas DPD yang sebenarnya. Dan itu konstitusional. Kita juga tidak mau tidak konstitusional. Jangan pula kita disangka provokator. Tapi sepanjang kita memperjuangkan kepentingan rakyat, apapun akan kita hadapi. Kita tidak akan ngeper kalau kita sudah masuk ke dalam suatu sistem. Kita mau jujur, kalau kita dibutuhkan oleh rakyat maka kita harus bisa memperjuangkan apa yang mereka rasakan, dan apa yang mereka mau. Tapi rakyat itu harus juga fair. Artinya, jangan tidak pada jalur yang sebenarnya.

Jangan seperti DPR yang sebelumnya yang tidak menguasai tugas dan fungsinya karena mereka lebih melihat kepentingan pribadi dan golongan. Kalau golongan partainya bilang harus begini maka mereka harus ikut sehingga tidak konek dengan kebutuhan rakyat. Beda dengan DPD yang free, tidak dikomandoi oleh partai manapun. Yang bisa komandoi saya ya rakyat, ‘bapak sebagai wakil kami dari Sumut, kami punya kesulitan ini ini ini.’ Setelah itu kita terima maka sudah tidak ada lagi yang komandoi kita. Itu makanya saya tidak masu masuk DPR, dari dulu, karena bagaimanapun kita dikomandoi oleh partai.

Karena itu masyarakat harus diberi pemahaman mengenai siapa pilihannya yang tepat dan dimana mereka akan memilih. Karena ada semboyan yang mengatakan, seorang pengambil keputusan atau decision maker tidak pernah salah mengambil decision atau keputusan. Kalau dia salah mengambil keputusan maka sesungguhnya inputnyalah yang salah. Dengan adanya information system atau penyebaran informasi ke daerah-daerah, calon-calon DPD ini akan diapresiasi sebab informasi itu telah pas dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sebagaimana masyarakat mengapresiasi pers, majalah-majalah, LSM dan perguruan tinggi sebab lembaga itu telah memberikan informasi yang pas buat merekat. Itulah sebabnya kita perlu membuat jaringan internet, website atau bentuk information system lainnya sehingga masyarakat tidak salah memilih. Ada comparison, perbandingan informasi si a, si b, si c yang akan mewakili mereka.

Sebagai anggota DPD nanti, konsep dan strategi apa yang akan Anda untuk membangun 25 kabupaten di Sumatera Utara?

Kalau kita wakil DPD maka kita harus menjalankan tugas dan fungsi yang diamanatkan kepada kita. Yang jelas kita harus bikin suatu sistem yang konek dengan rakyat dan menyentuh kepentingan mereka.

Kalau terpilih DPD saya akan bikin Nurdin Center atau Tampubolon Center di Medan dan di kabupaten-kabupaten. Di sana setiap informasi yang masuk kita olah, dicek kebenarannya, lalu kita bekerjasama dengan LSM, dunia pendidikan, pers segala macam untuk melihat bagaimana informasi yang masuk itu sebagai kebutuhan rakyat. Kita lalu akan buat kesimpulan, apa yang harus dilakukan.

Kita akan berbicara dan memberikan saran kepada pemerintah kabupaten, propinsi, dan pusat yang dibutuhkan rakyat sana adalah begini begini begini supaya mereka bisa hidup. Sentra-sentra itu akan kita buat informatif dan komunikatif. Harus ada informasi yang simbiosis mutualisme dari rakyat, ke kita, dan pemerintah. Itu tugas DPD: bagaimana dia bisa memperjuangkan rakyatnya, tidak ditindas atau dikorup oleh pemerintah yang korup itu.

Kepada bupati atau walikota yang korup harus segera menghentikan korupsinya supaya rakyat makan dan pembangunan berjalan. Jika DPD sudah semakin profesional dan bagus, pemerintahnya sudah tidak bisa mau ngomong apa lagi. Tapi, kita juga harus ngomong ke pemerintah agar gaji mereka mencukupi untuk makan, sekolahkan anak, dan mempunyai tabungan yang wajar untuk dana pensiunnya. Kita harus fair juga, jangan gajinya cuma bisa makan dua minggu, dua minggu lagi curi dari mana.

Jadi kita harus lihat dari semua aspek. Masyarakat harus juga bisa berproduksi dan penghasilannya bisa memenuhi kebutuhan untuk hidup dan sebagainya. Jika itu terlaksana, SDM terbaik dari luar Sumatera Utara akan datang masuk untuk ikut melaksanakan pembangunan. Dan, akumulasinya adalah terjadi pembangunan yang dahsyat di sana. Apalagi kalau agroindustri dan pariwisata ditangani paralel, on line, akan menghasilkan PAD yang sangat besar. Tidak lagi terjadi urbanisasi. Kelas-kelas orang yang mempunyai kemampuan lebih harus berada di Sumatera Utara untuk membangun.

Anda punya pemikiran untuk meningkatkan penghasilan asli daerah (PAD) di Sumatera Utara?

Konsepnya adalah, tingkatkan dahulu pendapatan masyarakat baru tarik PAD. Caranya, tumbuhkan kegiatan perekonomian dengan bantuan fasilitas pemerintah. Dari penghasilan rakyat yang meningkat kemudian tarik pajak untuk menambah PAD.

Di sisi lain, janganlah ditumbuhkan bisnis-bisnis lain yang bertentangan dengan kepentingan rakyat. Misalnya, jika di daerah itu tidak bisa berdiri industri tertentu karena dapat merusak lingkungan, mengandung penyakit dan sebagainya, janganlah hanya karena kepentingan PAD industri ini dipaksakan hidup walau rakyatnya melarat bau dan segala macam. Ini akan rusak dan mengakibatkan daerah merana. Short term, dengan adanya industri semacam itu pertumbuhan ekonomi akan tinggi tetapi semu sifatnya. Akibatnya akan lebih besar sebab rakyat akan menderita fisik dan kelestarian lingkungan hidup terganggu.

Adakah tokoh yang menjadi idola Anda?

Tokoh idola saya presiden Amerika Serikat yang sekarang, George Walker Bush. Saya melihat sistem penetrasi dia terhadap pembangunan ekonomi Amerika cukup bagus. Dia seorang pedagang. Dia menjual produk. Apapun dia lakukan untuk mengamankan business aspect yang diperlukan oleh negaranya. Terlepas dari dia melakukan invasi dan segala macam, namun di belakang itu semua adalah kepentingan jualan negaranya. Mau invasi atau apa tujuannya dagang.

Saya juga tertarik dengan kepala pemerintahan Cina yang sekarang, presiden pengganti Li Peng. Sebenarnya dia tidak mau jadi presiden. Sewaktu dilantik menjadi presiden dia mengatakan, “Saya mau menjadi presiden tapi kalian harus memberikan saya suatu keinginan untuk bisa mengorganisir organisasi saya’. Dia menangis ketika terpilih menjadi presiden. Lalu ketika ditanya oleh parlemen Cina apa yang dia perlukan untuk pembangunan Cina, jawaban dia aneh.

Dia menjawab, “Tolong berikan saya 100 peti mati. Peti mati itu akan saya gunakan untuk menggantung beberapa koruptor. Kalau saya tidak berhasil meminimize koruptor di Cina, maka, yang 99 peti itu untuk menggantung para koruptor sedangkan sisanya untuk saya satu.” Kemajuan Cina sangat pesat sekarang. Jalanan sampai ke desa-desa sudah hotmix semua, saya baru ke sana, luar biasa itu. Saya mengidolakan pemimpin seperi dia. ► haposan tampubolon

Nama:
DR. Ir. Nurdin Tampubolon

Lahir:
Siabal-abal, Pematang Siantar, Sumatera Utara, 29 Desember 1954

Istri:
Berliana br. Tobing

Anak:
Lima orang putra-putri

Orangtua:
Ayah Umar Tampubolon, Ibu Rupina Sianipar

Jumlah saudara:
Anak ketiga dari 10 bersaudara

Pendidikan:
1. Sarjana Teknik Mesin, Fakultas Teknik Mesin Universitas Sumatera Utara (FT-USU)
2. Menerima gelar Doktor Kehormatan dari USA, tahun 1999

Kursus:
1. Technical training dan management selama 13 bulan (1980-1981) di tokyo, Jepang
2. Management of energy resources and energy saving selama 3 (tiga) bulan di Turin, Italy, 1985
3. Management course

Pengalaman Kerja:
1. Di Sumitomo, Jepang, tahun 1980
2. Di PT Inalum, Kuala Tanjung, tahun 1981
3. Di PT Astenica, Jakarta, tahun 1982-1984
4. Kepala Seksi di Departemen Pertambangan dan Energi, Jakarta tahun 1984-1988
5. Chairman & Chief Executive Officer (CEO) Sonvaldy Group
6. Bakal Calon Gubermur/Wakil Gubernur Sumatera Utara, periode tahun 2003-2008
7. Anggota MPR RI mewakili Sumatera Utara, 2003-2004
8. Ketua Umum Dewan Presidium Pomparan Sapala Tua Tampuk Na Bolon se Indonesia
9. Ketua Umum IKTM USU (Ikatan Alumni Teknik Mesin USU) se Jabotabek

Anak Perusahaan Sonvaldy Group:
1. PT Sonvaldy Utama Permata
2. PT Aersupindo Abadi
3. PT Tomtam Hitekindo
4. Rintan PTE/LTD
5. PT Sonvaldy Agrotama
6. PT Bangkit Giat Usaha Mandiri
7. PT Bintang Sakti Lenggana

Penghargaan:
1. 1999-200, Who’s Who of The World Global Edition (Barons Who’s Who, USA)
2. 1999-2000, Who’s Who of The Asian Pacific Rim International Edition (Barons Who’s Who, USA)
3. 1998, Profile 50 Pengusaha Muda Indonesia
4. 1998, Citra Karya Pembangunan Indonesia ‘98
5. 1997-1998, Asean Development Citra Awards (Asean Programme Consultant Indonesia Consortium)

Lain-lain:
1. Profile di Harian Kompas tanggal 20 April 1998 berjudul “Nurdin Tampubolon: Sebuah Perjalanan Orang Mandiri”
2. Tulisan Sumbangan Pemikiran di Harian Sinar Indonesia Baru (SIB) Medan, tanggal 7 dan 8 Desember 2000


Read More......